Ghosn Dipenjara, Penjualan Renault Justru Naik

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 19:40 WIB
Ghosn Dipenjara, Penjualan Renault Justru Naik Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Produsen Otomotif Prancis (CCFA) mengumumkan penjualan kendaraan di Prancis naik hampir tiga persen sepanjang 2018, namun penjualan mobil diesel dipastikan anjlok.

Mengutip AFP, Rabu (2/1), secara total, penjualan mobil di Prancis sebanyak 2.173.481 unit pada tahun lalu. Hasil ini sesuai dengan harapan produsen otomotif.

Penjualan Renault naik sebesar 2,58 persen meski pucuk pimpinan perusahaan, yaitu Carlos Ghosn menghadapi tuduhan merugikan perusahaan Nissan Motor Co.


Naiknya penjualan Renault ini ditopang oleh merek mobil harga terjangkau, Dacia yang secara total penjualannya melonjak sebesar 19 persen.

Sementara pesaing Renault, yaitu PSA grup berhasil melepas 698.985 unit pada 2018, atau naik 13,36 persen dari satu tahun sebelumnya. Kenaikan ini dibantu penjualan merek Opel dan Vauxhall yang resmi diakuisisi PSA grup dari GM pada 2017.

Dikabarkan, perusahaan otomotif lain yang kinerja penjualan baik adalah Toyota naik 9.93 persen, Fiat-Chrysler (12,67 persen) dan Hyundai (16,54 persen). Sedangkan nasib kurang baik dialami merek Jerman, Volkswagen dan BMW yang turun sekitar 1 persen.

Penjualan mobil listrik dan hibrid meningkat hanya enam persen, mobil konvensional bensin masih memimpin pasar.

CCFA memperkirakan bahwa pangsa pasar mobil diesel yang mengalami penurunan tajam sekitar 47,3 persen pada 2018 disebabkan meningkatnya mahalnya bahar bakar solar dan membatasi ruang gerak mobil diesel di kota-kota besar.

Untuk diketahui, pada 2012, ketika penjualan mobil diesel mencapai puncaknya di Prancis, mobil tersebut mewakili hampir tiga dari setiap empat mobil yang terjual. Prancis menjadi negara penting bagi sejumlah perusahaan otomotif. Penjualan kendaraan di Prancis merupakan terbesar ketiga di benua biru Eropa, setelah Jerman dan Inggris. (mik)


BACA JUGA