Sensor 3D Sony disebut menyebarkan gelombang laser yang menciptakan peta kedalaman. Cara kerjanya mirip dengan bagaimana kelelawar menggunakan pantulan frekuensi suara untuk mengenali lingkungannya. Mereka bisa memperkirakan jarak dengan mengukur seberapa lama gelombang suara yang dikeluarkan dipantulkan kembali.
Kepala divisi sensor Sony, Satoshi Yoshihara, berpendapat sistem ini menghasilkan model wajah pengguna yang lebih detail dan dapat bekerja sejauh 5 meter. Cara ini berbeda dengan perangkat keras pemindai wajah yang tradisional yang memanfaatkan kamera untuk mengenali wajah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara saat ini, pemindai 3D hanya digunakan oleh Apple, Huawei dan Xiaomi. Cara kerjanya adalah dengan memproyeksikan titik-titik cahaya yang tak terlihat ke wajah pengguna dan mengukur deformasi di dalam grid.
"Kamera merevolusi ponsel, dan berdasarkan apa yang saya lihat, saya memiliki harapan yang sama untuk 3D. Kecepatannya akan bervariasi berdasarkan bidang, tetapi kami pasti akan melihat adopsi 3D. Saya yakin akan hal itu, " kata Yoshihara dalam wawancaranya dengan Bloomberg pekan lalu.
Selain pada teknologi pengenalan wajah di ponsel, Sony juga optimis sensor ini bisa digunakan di bidang lain. Mereka membuat situs Sony Depthsensing untuk menggali potensi teknologi sensor ini dan bagaimana dia bisa diimplementasikan untuk mobil tanpa supir, dorne, robot dan lainnya, seperti dikutip Phone Arena.
(kst/eks)