Ilmuwan Bor Danau Subglasial Seluas Jakbar di Antartika

CNN Indonesia | Sabtu, 05/01/2019 18:40 WIB
Ilmuwan Bor Danau Subglasial Seluas Jakbar di Antartika Ilustrasi keadaan alam di Antartika. (Foto: REUTERS/Alexandre Meneghini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ilmuwan yang tergabung dalam proyek Subglacial Antarctic Lakes Scientific Access (SALSA) melakukan pengeboran dengan kedalaman hampir 1,1 kilometer di danau subglasial Mercer yang berada di dalam Antartika.

Pengeboran dilakukan untuk menguak adanya kehidupan bawah air danau subglasial Mercer yang menyimpan tabir rahasia dan membuat ilmuwan penasaran.

Setelah dibor sedalam itu, peneliti berhasil menemukan fakta bahwa danau Mercer memiliki ukuran dua kali dari pulau Manhattan yang memiliki luas 8.750 kilometer persegi atau kurang lebih sama dengan luas wilayah Jakarta Barat.


Rencananya ilmuwan akan menurunkan perangkat robotik yang dibekali tangan dan kamera untuk menjelajah hingga mengambil sampel di danau Mercer.

Misi ini dilakukan untuk mengukur kedalaman danau, temperatur air, dan informasi lainnya. Lubang hasil pengeboran akan memberikan kesempatan bagi para ilmuwan untuk mempelajari adanya kehidupan mitroba yang berada di kedalaman Antartika.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di sana. Itulah yang membuatnya sangat menyenangkan," kata pemimpin proyek dan seorang ahli ekologi di Montana State University John Priscu seperti dilansir IFL science.

Tak hanya itu, tim ilmuwan juga berharap bisa menemukan makhluk hidup yang mendiami danau Mercer. Hal ini lantaran ilmuwan berasumsi apabila menemukan makhluk hidup di lokasi tersebut maka bisa hidup di kondisi-kondisi ekstrem luar angkasa.

"Kita perlu mulai membangun pengetahuan kita, karena ternyata ini adalah ekosistem luas yang sepenuhnya belum dijelajahi," kata seorang ilmuwan kutub di Louisiana State University Peter Doran.

Sebelumnya pada 2013, para ilmuwan juga mengebor danau subglasial Whillans yang juga berada di Antartika. Ilmuwan menemukan danau Whillans menjadi rumah bagi sekelompok spesies bakteri yang berbeda.

Berada sekitar 800 meter (2.624 kaki) di bawah es, sinar matahari tidak mampu menembus ke danau Whillans. Oleh karena itu organisme tidak mendapatkan energi dari proses fotosintesis.

Para ilmuwan mencurigai bakteri ini adalah bakteri chemotrophic yang memperoleh energi melalui reaksi kimia dengan mineral, seperti bakteri yang ditemukan di lingkungan ekstrem lainnya di Bumi.

Danau subglasial merupakan danau yang diperkirakan terbentuk sejak jaman purba oleh alam. Ada sekitar 400 danau subglasial yang ditemui di dunia, kebanyakan ditemui di daerah seperti Antartika dan beberapa di Greenland.
(jnp/evn)