Misi China ke Bulan Buka Peluang Dihuni Hewan dan Tanaman

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 15:18 WIB
Misi China ke Bulan Buka Peluang Dihuni Hewan dan Tanaman Rover Yutu 2 yang menjelajah sisi terjauh bulan milik China. (Foto: China National Space Administration/CNS via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa China (CNSA) secara resmi mengumumkan berhasil mendaratkan misi Chang'e 4 ke sisi terjauh bulan pada 3 Januari silam. Usai pendaratan, China mengungkap rencana adanya peluang kehidupan lewat tanaman dan hewan yang turut diboyong ke bulan.

Tanaman yang dimaksud yakni benih kentang dan selada (Arabidopsis thaliana), serta tanaman berbunga seperti kubis dan sawi. Selain itu, China juga turut membawa telur ulat sutera agar terjadi simbiosis mutualisme antara hewan dan tanaman.

Seperti diketahui, tanaman akan menyedikan oksigen untuk ulat sutera. Sebaliknya, kotora ulat sutera dibutuhkan sebagai karbondioksida dan nutrisi bagi tanaman.


Nantinya para peneliti akan mengamati pertumbuhan tanaman untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses fotosintesis dan kemungkinan berkembang di lingkungan bulan.

"Kami ingin mempelajari proses respirasi benih dan fotosintesis di bulan," ucap kepala perancang percobaan Xie Gengxin kepada kantor berita Xinhua.

Liu Hanlong, direktur utama percobaan dan wakil presiden Universitas Chongqing mengungkap alasan pemilihan beberapa jenis tanaman dan hewan. Menurutnya, kentang dipilih lantaran bisa menjadi sumber makanan utama saat berada di luar angkasa.

"Mengapa kentang dan Arabidopsis? Karena periode pertumbuhannya pendek dan mudah diamati. Kentang juga bisa menjadi sumber makanan utama bagi pelancong ruang angkasa di masa depan," imbuh Hanlong seperti dilansir Life science.

Eksperimen yang dilakukan dalam wadah tabung aluminium seberat 3 kilogram yang bisa menampung 0,8 liter diharapkan bisa mengumpulkan informasi potensi hunian jangka panjang di bulan.

Nantinya sinar matahari akan menyaring ke dalam wadah melalui tabung aluminium untuk memonitor kadar kotoran, nutrisi, dan air. Nantinya akan ada sebuah kamera kecil untuk memantau lingkungan di dalam tabung.

Eksperimen biosfer ini merupakan kolaborasi antara 28 universitas di China yang dipimpin oleh Universitas Chongqing. Data hasil eksperimen ini nantinya akan dikirim ke Bumi untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. (evn)