Tanaman yang dimaksud yakni benih kentang dan selada (Arabidopsis thaliana), serta tanaman berbunga seperti kubis dan sawi. Selain itu, China juga turut membawa telur ulat sutera agar terjadi simbiosis mutualisme antara hewan dan tanaman.
Seperti diketahui, tanaman akan menyedikan oksigen untuk ulat sutera. Sebaliknya, kotora ulat sutera dibutuhkan sebagai karbondioksida dan nutrisi bagi tanaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin mempelajari proses respirasi benih dan fotosintesis di bulan," ucap kepala perancang percobaan Xie Gengxin kepada kantor berita Xinhua.
"Mengapa kentang dan Arabidopsis? Karena periode pertumbuhannya pendek dan mudah diamati. Kentang juga bisa menjadi sumber makanan utama bagi pelancong ruang angkasa di masa depan," imbuh Hanlong seperti dilansir Life science.
Nantinya sinar matahari akan menyaring ke dalam wadah melalui tabung aluminium untuk memonitor kadar kotoran, nutrisi, dan air. Nantinya akan ada sebuah kamera kecil untuk memantau lingkungan di dalam tabung.
Eksperimen biosfer ini merupakan kolaborasi antara 28 universitas di China yang dipimpin oleh Universitas Chongqing. Data hasil eksperimen ini nantinya akan dikirim ke Bumi untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. (evn)