"Ini adalah langkah bersejarah dalam eksplorasi bulan ilmiah internasional, membuka 'Luna Incognita' dari sisi jauh Bulan untuk eksplorasi permukaan untuk pertama kalinya," kata James Head, ilmuwan planet di Brown University, kepada NYTimes, Kamis (3/1).
Selain itu, misi ini juga akan menguji radio astronomi pertama dari sisi jauh Bulan. Ia juga akan melakukan penyelidikan pertama untuk melihat apakah tanaman dapat tumbuh di Bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anna-Lisa Paul, ilmuwan hortikultura di University of Florida di Gainesville, mengatakan bahwa percobaan kecil ini, "adalah langkah maju dalam mempersiapkan orang untuk kembali ke Bulan (bisa berlangsung) lebih lama dari (sekadar) kunjungan singkat."
Bagian ini dipercaya ditabrak oleh batu sangat besar miliaran tahun silam. Besar kawah ini mencapai 965,606 km.
Lihat juga:China Luncurkan Roket ke Sisi Terjauh Bulan |
Tetapi ketika asteroid kuno menghantam sisi jauh Bulan, tidak ada banjir lahar yang terjadi. Tabrakan hanya meninggalkan permukaan bopeng dengan kawah. Itu membuat sisi jauh tanahnya lebih terang. Tapi di sisi bulan yang terang, warna tanahnya jauh lebih tua dan jauh lebih berat.
Selain itu, beberapa astronom menduga dikotomi itu muncul karena kerak di sisi dekat jauh lebih tipis daripada di sisi jauh. Briony Horgan, ilmuwan planet di Universitas Purdue, menjelaskan kerak tipis itu membuat magma lebih mudah muncul di sisi yang dekat.
Lihat juga:China Gandeng AS untuk Eksplorasi Bulan |
"Sejarah tata surya yang paling awal terkunci di bebatuan di sisi yang jauh," Dr. Horgan pada NYTimes.
Mencari tahu persis usia lembah tersebut dapat membantu manusia belajar lebih banyak tentang kapan peristiwa ini terjadi. Eksplorasi juga memberikan petunjuk seperti apa lingkungan Tata Surya saat itu (kst/eks)