CEO Nvidia Sebut Hukum Moore Telah Mati

CNN Indonesia | Minggu, 13/01/2019 15:51 WIB
CEO Nvidia Sebut Hukum Moore Telah Mati Ilustrasi (CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Nvidia Jensen Huang menyebut bahwa hukum Moore telah mati. Hal ini diungkap Huang di atas panggung Consumer Electronic Show (CES) 2019.

"Moore's Law tidak dimungkinkan lagi," ungkapnya, Rabu (9/1).

Bagian kunci dari manufaktur semikonduktor adalah memperkecil komponen transistor. Ini adalah komponen elektronik kecil yang memproses data. Komponen mungil ini digunakan untuk perangkat mulai dari pengaturan waktu di microwave hingga algoritme kecerdasan buatan di smartphone.


Dalam kesempatan terpisah, Hal senada diungkap CEO AMD, Lisa Su. Lisa menyebut bahwa Hukum Moore telah berlaku di dunia semikonduktor dalam 50 tahun terakhir. Namun, dalam 10 tahun belakangan, industri mulai terengah-engah untuk mengejar hukum itu.  

Pada 1965, Gordon Moore, pendiri Intel, membuat prediksi bahwa cip akan mengalami peningkatan dua kali lipat setiap dua tahun sekali. Tak cuma performanya meningkat, tapi harga untuk memprosesnya pun akan terpangkas setengahnya. Hukum Moore ini lantas menjadi patokan pemanufaktur prosesor komputer untuk mengggandakan jumlah transistor dan kapasitas semikonduktor mereka tiap dua tahun sekali.

"(Hukum Moore) telah berubah dalam sepuluh tahun terakhir, jadi bukan sesuatu yang baru. Perlambatan ini murni karena teknologi manufaktur dan peningkatan pemrosesan. Tapi hal ini membuka kesempatan baru untuk inovasi arsitektur dan perancangan (semikonduktor)," jelasnya dalam wawancara dengan Tom's Hardware, Rabu (9/1). 
CEO Nvidia Sebut Hukum Moore Telah Mati Hukum Moore adalah preseden yang membuat industri semikonduktor berlomba untuk membuat cip kian mungil. Imbasnya, perangkat elektronik makin canggih tapi bentuknya pun kian susut dan tipis (Dok. Qualcomm Technologies, Inc)
Lebih jauh, prediksi ini turut menjadi pendorong industri teknologi dimana mereka berlomba mewujudkan ramalan itu. Peningkatan teratur yang dilakukan iPhone, Samsung Galaxy, dan berbagai perangkat lainnya mesti berterimakasih kepada Hukum Moore.

Namun, ketika skala komponen cip semakin kecil dan mendekati ukuran atom, produsen merasa makin kesulitan untuk menggandakan jumlah transistor dan kemampuan memprosesnya. Sehingga mereka pun kesulitan untuk menggandakan kekuatan cip tiap dua tahun sekali.

"(Berdasarkan) hukum Moore biasanya (cip) berkembang 10 kali tiap lima tahun dan 100 kali tiap 10 tahun," jelas Huang dalam sesi tanya jawab dengan wartawan dan analis pada CES 2019. "Saat ini Hukum Moore hanya tumbuh beberapa persen tiap tahun. Tiap 10 tahun mungkin hanya 2 kali [...] Sehingga, Hukum Moore telah berakhir."

Ini bukan kali pertama Huang mendeklarasikan berakhirnya Hukum Moore. Ia sempat melontarkan komentar serupa beberapa tahun lalu. Intel dan Moore tidak segera memberikan komentar terkait pernyataan Huang ini, seperti dikutip Cnet

Kekhawatiran perlambatan inovasi

Industri teknologi memiliki kekhawatiran ketika kemajuan semikonduktor melambat, akan memengaruhi inovasi elektronik secara keseluruhan. Makin kecilnya prosesor, berpengaruh pada makin hematnya penggunaan baterai, menghemat biaya, dan meningkatkan performa perangkat.

Intel yang menjadi pemimpin dalam manufaktur semikonduktor telah berulang kali menunda untuk masuk ke cip 10 nanometer. Sementara Samsung telah masuk ke cip 7 nm. Meski orang-orang seperti Huang telah mendeklarasikan berakhirnya Hukum Moore, tapi para ahli material terus mencari cara meningkatkan teknologi transistor silikon bahkan berusaha mencari alternatifnya.

"Hukum Moore jika didefinisikan secara ketat maka kerapatan cip akan meningkat dua kali lipat tiap dua tahun, tidak terjadi lagi," jelas Moor Insights & Strategy analyst Patrick Moorhead. "Jika kita berhenti mengecilkan cip, ini akan menjadi bencana bagi industri teknologi."

CEO Nvidia Sebut Hukum Moore Telah Mati Ditengah sengitnya pertarungan para produsen semikonduktor untuk terus memperkecil ukuran cip mereka, AMD bertekad untuk meluncurkan cip dengan 7 nanometer pada 2019. (dok.amd.com)
Namun, ia mencatat bahwa industri tengah mengembangkan komputasi baru menggunakan GPU seperti dilakukan Nvidia, meningkatkan software framework dan perangkat, dan mencari cara baru untuk mengepak sirkuit cip.

Kepala Finansial MediaTek, David Ku tak berani menyebut Hukum Moore telah mati, tapi ia mengakui telah terjadi perlambatan. MediaTek adalah perusahaan Taiwan yang membuat cip mobile. Perusahan itu saat ini tengah memproduksi cip 7 nm dan tengah bersiap untuk meluncurkan cip 5 nm,

"Kami masih melihat keuntungan dari konsumsi daya yang lebih rendah," jelasnya dalam wawancara di CES. "Namun, mungkin kami tidak mendapat penghematan yang serupa seperti di masa lalu."

Menurut Ku, biaya untuk membuat cip mungkin akan sedikit lebih mahal karena saat ini proses manufaktur makin membutuhkan peralatan yang lebih rumit seperti mesin EUV litografi.

"Bahkan dengan melambatnya (Hukum Moore), tidak berarti akan berhenti," terang Ku. (eks/eks)


BACA JUGA