"Meski penggunaan WhatsApp dan WeChat dilegalkan di China, kami telah melihat tuduhan mata-mata terhadap warga AS di Rusia lewat bukti yang didapat dari WhatsApp," tulis surel yang dilihat CNN.
Bulan lalu, seorang warga negara AS, Paul Whelan, ditangkap di Rusia atas dugaan mata-mata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Larangan ini menyusul banyaknya warga negara Kanada yang ditahan di China. Dua diantaranya, Michael Spavor and Michael Kovrig malah tengah menjalani pemeriksaan investigatif atas aktivitas mencurigakan yang bisa membahayakan keamanan China. Tuduhan ini diduga para pendukung keduanya bermotif politis.
Juru bicara Universitas California Davis mengonfirmasi bahwa surel itu memang dikirimkan ke staf dan mahasiswa mereka. Surel serupa juga diterima oleh UC Berkeley.
Menurut Claire Doan, Direktur Hubungan Media dari Kantor Universitas California mengutarakan bahwa surel ini mereka kirim atas arahan dari World Aware, konsultan manajemen keamanan dan manajemen resiko.
China memang dikenal kurang terbuka dengan mahasiswa asing. Padahal terdapat setengah juga mahasiswa asing di negara itu. (eks/eks)