Laporan ini dirilis dalam jurnal AS Sciene yang dipimpin oleh Chinese Academy of Sciences sekaligus membantah laporan sebelumnya yang menyebut pemanasan global sempat terhenti sesaat.
Peneliti memperkirakan sekitar 93 persen pemanasan global disebabkan oleh emisi karbon yang terakumulasi dan diserap oleh laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti menyebut kondisi ini akan memengaruhi keragaman hayati hingga membuat beberapa spesies bermigrasi ke perairan yang lebih dingin. Selain itu, kondisi ini juga membuat volume air laut meningkat yang berkontribusi pada kenaikan permukaan laut.
Selama hampir dua dekade, ilmuwan menggunakan jaringan pelampung yang didistribusikan ke lautan untuk memonitor suhu air di seluruh dunia. Namun di awal 2000-an, ilmuwan lebih mengandalkan pengukuran yang diambil dari kapal yang lewat saat melintasi lautan.
Malin Pinsky, seorang profesor di departemen ekologi, evolusi, dan sumber daya alam di Rutgers University mengatakan jika lautan tidak menyerap banyak panas, maka membuat permukaan tanah memanas lebih cepat dari sekarang.
"Faktanya, lautan telah menyelamatkan kita dari pemanasan besar saat ini," tulis Pinsky kepada The New York Times. (afp/evn)