Medan Magnet Bumi Bergerak Lebih Cepat

CNN Indonesia | Senin, 14/01/2019 20:15 WIB
Medan Magnet Bumi Bergerak Lebih Cepat Ilustrasi. (REUTERS/NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Medan magnet Bumi berperilaku aneh dengan bergerak lebih cepat dari yang sebelumnya diperkirakan. Belum ada yang mengetahui alasan percepatan ini dengan tepat.

Medan magnet Bumi diketahui bergerak dari waktu ke waktu sejak pengukuran James Clark Ross di Arktik Kanada pada 1831. Tetapi baru-baru ini medan telah bergeser lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga mengancam mengacaukan sistem navigasi di sekitar Dunia.

Menurut rilis World Magnetic Model yang dipublikasikan Nature menyebut bahwa kutub magnet utara Bumi telah bergerak menjauh dari Kanada dan menuju Siberia, didorong oleh besi cair yang menusuk di dalam inti planet.
World Magnetik Model sendiri digunakan oleh semua sistem navigasi dari GPS di ponsel ke sistem navigasi kompleks yang digunakan oleh kapal di laut. Versi terbaru dari model ini dirilis pada 2015 dan seharusnya cocok sampai pembaruan yang dijadwalkan pada 2020.


Namun, karena medan magnet telah bergerak begitu cepat, pembaruan diperlukan lebih cepat dari itu.

Selama pemeriksaan model pada awal 2018, para peneliti di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan British Geological Survey di Edinburgh menemukan bahwa kesalahan itu cukup parah sehingga melebihi ambang batas untuk kesalahan navigasi yang dapat diterima.

"Kesalahan semakin meningkat setiap saat," Arnaud Chulliat, geomagnetist di NOAA, mengatakan kepada Nature.
Para ilmuwan percaya bahwa medan magnet bergeser lantaran zat besi cair di dalam inti planet yang bergerak di sekitarnya. Ada pulsa geomagnetik yang sangat kuat pada 2016, di mana medan magnet bergerak cepat sementara di bawah Amerika Selatan.

Selain itu, pergerakan kutub magnet telah memperburuk masalah karena kesalahan dalam model medan magnet diperkuat di daerah di mana medan berubah dengan cepat seperti Kutub Utara.

"Fakta bahwa kutub berjalan cepat membuat wilayah ini lebih rentan terhadap kesalahan besar," jelas Chulliat. (kst/age)


BACA JUGA