Dewan perusahan yang terdaftar di Hong Kong itu melakukan pertemuan pada 11 Januari lalu untuk menghentikan semua tugas Jiang di perusahaan dan anak perusahaan itu. Ia juga dihentikan dari posisinya sebagai Direktur Eksekutif, Wakil Ketua, Kepala Eksekutif, dan peran Komite Dewan, seperti tertulis dalam laporan di bursa efek.
Dalam laporan itu tidak dijelaskan alasan penghentian ini. Perusahaan menunjuk Ma Fei sebagai Chief Financial Officer tapi tidak memberitahukan siapa yang akan menggantikan posisi CEO. Baik Jiang dan Coolpad tidak segera menanggapi pemberitaan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam wawacara di CES 2019 (9/1), Jiang Chao menyebut bahwa perusahaannya akan terus berekspansi di Amerika Utara, Selatan, dan beberapa negara Eropa. Menurutnya, Coolpad akan tetap berada diluar China akibat banyaknya pelanggaran kekayaan intelektual dan pemasaran berlebihan.
Coolpad sempat berambisi menguasai tiga besar pangsa pasar ponsel Indonesia (CNN Indonesia/Eka Santhika) |
Mundur dari China
Sebagian besar vendor ponsel China adalah perusahaan pemasaran dan saling bersaing memasang kampanye iklan yang mewah dan harga murah ketimbang teknologi, jelas Jiang. Ia mengecualikan Huawei yang menurutnya adalah perusahaan yang berorientasi teknologi.
"Sampai masalah ini diselesaikan di China, kami tak berencana untuk kembali," jelasnya.
Menurutnya perusahaannya akan bertahan di pasar yang menerapkan regulasi dan persaingan yang sehat dan memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi.
Pada 2012-2013, Coolpad masuk tiga besar produsen ponsel di China. Perusahaan itu masih mendulang keuntungan hingga 2016. Sejak 2017 sahamnya sudah tidak diperdagangkan lagi.
Belakangan ia mundur pasar China setelah merek seperti Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Huawei menguasai pasar.
Bisnis Coolpad terus merosot dalam beberapa tahun belakangan (CNNIndonesia/ Eka Santhika) |
Saling tikung paten
Tahun lalu, Coolpad terlibat sengketa paten dengan Xiaomi. Perusahaan itu menuduh Xiaomi telah melanggar 200 paten miliknya tanpa lisensi dan kompensasi. Ia juga menuntut sejumlah vendor lain yang dituduh melakukan pencurian paten serupa.
Jiang mengklaim perusahaan itu memiliki lebih dari 1.000 paten. Namun mereka kecewa karena begitu banyaknya pelanggaran hak cipta di China dan keputusan pengadilan yang dianggap tidak adil, seperti dilaporkan South China Morning Post.
Lihat juga:Cara Vendor Ponsel China Akali Regulasi TKDN |
Sebelumnya, dikabarkan juga sejumlah petinggi Coolpad di India mengundurkan diri. Sehingga diperkirakan perusahaan itu akan segera menutup bisnisnya di India. CEO Coolpad India Syed Tajudin juga dikabarkan telah mengundurkan diri seperti dilaporkan seorang sumber Teleanalysis (21/12/2018). Di Indonesia, jejak perusahaan yang masuk ke tanah air pada 2015 itu tak nampak lagi. (eks/eks)
Coolpad sempat berambisi menguasai tiga besar pangsa pasar ponsel Indonesia (CNN Indonesia/Eka Santhika)
Bisnis Coolpad terus merosot dalam beberapa tahun belakangan (CNNIndonesia/ Eka Santhika)