Ratna Sarumpaet Bikin Jokowi Dominan di Media Sosial

CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 16:32 WIB
Ratna Sarumpaet Bikin Jokowi Dominan di Media Sosial Debat pertama capres dan cawapres 2019 telah berlangsung pada Kamis. Mayoritas percakapan di media sosial ditujukan pada paslon nomor urut 01. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Debat pertama capres dan cawapres 2019 telah berlangsung pada Kamis (17/1). Tema debat yang pertama yakni korupsi, HAM, hukum dan terorisme berlangsung dengan riuh-rendah respons warganet.

Kedua calon presiden dan wakil presiden yakni pasangan Joko Widodo-Ma'aruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah beradu visi misi dan pertanyaan yang diajukan panelis.

PoliticaWave merekam respons netizen di media sosial secara detil selama acara debat. Secara keseluruhan pasangan nomor 01, Jokowi-Ma'aruf mendominasi percakapan netizen dengan jumlah percakapan sebesar 55 persen.


Dominasi ini dibagi dengan perbandingan 82 persen sentimen positif dan 18 persen sentimen negatif. Sementara pasangan nomor 02, Prabowo-Sandi mendapatkan jumlah percakapan sebesar 45 persen dengan sentimen positif sebesar 76 persen dan mendapat 24 persen sentimen negatif.
PoliticaWave juga merekam percakapan netizen pada setiap segmen. Dari segmen satu hingga segmen enam, pasangan nomor 1 selalu mendominasi percakapan.

Pasangan Jokowi - Ma'aruf unggul di semua segmen Debat, baik dari sisi jumlah percakapan maupun sentimen positif. Jokowi-Ma'aruf meraih percakapan positif terbesar di segmen 2.

Hal ini dikarenakan pernyataan Jokowi terhadap Prabowo untuk tidak menuduh atau menyebarkan hoaks yang berhasil menarik perhatian netizen. Sentimen positif yang berhasil Jokowi kantongi sebesar 88 persen.

Hoaks yang dimaksud adalah kasus Ratna Sarumpaet yang akhirnya mengaku mukanya lebam bukan karena dianiaya melainkan operasi plastik.

Sedangkan, Prabowo meraih percakapan positif terbesar di segmen 5 dikarenakan mengkritik terhadap kebijakan impor yang berbeda antar menteri Jokowi. Dalam hal ini, Prabowo-Sandi berhasil mengantongi 91 persen sentimen positif. 


Kemudian, Jokowi meraih percakapan negatif tertinggi di segmen 1 dikarenakan Jokowi tidak memberikan kesempatan kepada Ma'ruf Amin untuk berbicara serta pernyataan visi dan misi Jokowi dinilai terlalu panjang.

Sedangkan, Prabowo meraih percakapan negatif tertinggi di segmen 2, hal ini disebabkan pernyataan terkait kenaikan gaji PNS yang menyinggung beberapa kalangan non-PNS serta kasus hoaks Ratna Sarumpaet yang dibahas kembali.



(age)