Bawaslu Tuntut Kontribusi Facebook Tekan Hoaks Jelang Pilpres

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 14:38 WIB
Bawaslu Tuntut Kontribusi Facebook Tekan Hoaks Jelang Pilpres Ilustrasi percetakan surat suara Pilpres 2019. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta agar Facebook bisa lebih berkontribusi dalam menjaga kelancaran proses pesta demokrasi kasta tertinggi di Indonesia. Salah satu kontribusi Facebook adalah dengan merespon lebih cepat soal laporan informasi hoaks dan pelaporan akun palsu menjelang Pemilihan Presiden 2019.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengakui pihaknya bekerja sama dengan Facebook untuk menjaga integritas Pilpres 2019. Kerja sama ini telah dilakukan sejak 2018.

"Memang masih banyak yang bisa dilakukan Facebook, misalna responsnya bisa lebih cepat. Bawaslu seja tahun lalu sudah kerja sama dengan FB supaya melakukan pelatihan ke anggota Bawaslu apabila menemukan ujaran kebencian dan hoaks," ujar Fritz saat acara sosialisasi program "Election Integrity" Facebook, bilangan Menteng, Jakara Pusat, Senin (21/1).


Fritz kemudian mengatakan Facebook bisa mengumumkan informasi-informasi hoaks di lini masa agar masyarakat mengetahui informasi hoaks. Dengan adanya pengetahuan masyarakat soal berita hoaks, Fritz berharap bisa menekan peredaran hoaks.

"Misalnya ada berita yang hoaks, maka akan muncul iklan atau banner yang menyebutkan misalnya berita tujuh kontainer itu hoaks. Berdasarkan perkataan Fritz dan pertanyaan Ketua KPU, jadi tau ini hoaks. Ada peran FB di timeline," tutur Fritz. 

Facebook menurut Fritz bisa berkontribusi dalam menekan angka golput di Indonesia. Facebook bisa membuat strategi digital di platformnya yang bisa mengurangi angka golput. 

"Misalnya bilang juga jangan lupa tanggal 17 April untuk memilih di banner. Mungkin FB juga bisa buat sendiri video untuk mengajak pemilih mencoblos," ucapnya.

Merespon permintaan Bawaslu, Director, Global Politic & Government Outreach, Facebook Katie Harbath mengatakan Facebook telah menyiapkan beberapa strategi. 

Facebook akan bekerja sama dengan pemeriksa fakta pihak ketiga di Indonesia dan telah menambah jumlah staf keamanan internal ke angka 20 ribu. Hal ini untuk menangkal hoaks dan menghapus akun palsu menjelang Pilpres 2019.

Facebook juga akan memberikan label pada artikel yang telah terdeteksi hoaks dan akan memberikan notifikasi ke pengguna apabila ia membagikan hoaks tersebut. 

Untuk meningkatkan keikutsertaan calon pemilih, Facebook telah menyiapkan notifikasi untuk mengingatkan hari pencoblosan ke pengguna.

"Kami temukan masyarakat punya kemungkinan memilih ketika mereka tahu teman-temannya sudah memilih. Ketika teman-teman sudah memilih nanti ada klik dan update status bahwa anda sudah memilih," ujar Katie. (jnp/evn)