Tim eSports Sebut Edukasi Jadi Garansi Kualitas Gamer

jnp, CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 04:25 WIB
Tim eSports Sebut Edukasi Jadi Garansi Kualitas Gamer Ilustrasi kompetisi eSports. (Foto: REUTERS/Tyrone Siu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah gemerlapnya dunia eSports, tim-tim eSports ternyata masih berpendapat betapa pentingnya edukasi sebagai garansi bagi masa depan anggota timnya. Edukasi menjadi salah satu cara untuk menangkal kegagalan anggota tim dalam berkarir di dunia eSports.

Manajer tim eSports Aura, Shin mengatakan pihaknya menilai pendidikan bisa menjamin masa depan gamer yang tidak sukes di industri gaming.

"Terbayang ketika anggota tidak sukses di gaming kemudian dia hanya lulusan SD. Saya sebagai orang yang bersama dia merasa tanggung jawab karena saya bawa orang dan tidak sukses. Keluar tidak ada jaminan mau jadi apa," kata Shin di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Jumat (25/1).


Selain itu, Shin mengatakan edukasi juga menentukan kualitas kemampuan seseorang untuk menangani suatu masalah. Selain itu tingkat kedewasaan seseorang juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan.

Bagi Shin, kedewasaan gamer merupakan komponen penting ketika bermain game. Terutama dalam gim yang membutuhkan kerja sama .

"Makin tinggi pendidikan, semakin bijak menangani masalah, lebih santai dan berhati-hati dalam bertindak dan berperilaku. Ketika main game di tim itu tidak cuma skill tapi juga ego seseorang. " ujarnya.

Shin mengakui jika memiliki anggota yang bersekolah sembari berprofesi sebagai gamer pro sehingga harus rela berkorban waktu demi mengikuti tuntutan latihan tim eSports.

Setiap atlet eSports diikat kontrak oleh tim eSports untuk berlaga dalam turnamen. Ketika diikat kontrak, atlet eSports harus tinggal di markas utama (game house) tim tersebut untuk berlatih bermain game.

Shin menjelaskan markas utama ini seperti mes untuk para anggota tim eSports. Biasanya sesi latihan berlangsung dari pukul 12 siang hingga pukul 6 sore, terkadang berlanjut hingga pukul 2 dini hari.

"Kita bisa juga latihan online. Selama dia bisa sekolah dan bisa masih bisa mengikuti jam latihan, selama dia bisa ikuti. Tapi dia bisa berkorban , jadi dia tidak punya waktu luang, ya tapi ini pilihan dia dan dia bisa bertanggung jawab," ucapnya.

Sistem Homeschooling

Dalam kesempatan yang sama Manajer tim eSports PG.Barracx Ardo menjelaskan pihaknya bahkan menyediakan homeschooling agar setiap anggota tim bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

"Untuk yang umur di bawah 18 tahun kami beri home schooling. Sebelum masuk sini kami tawarkan mau lanjutkan sekolah atau mau homeschooling. Dari dia-nya orang tuanya bagaimana," ujar Ardo.

Program ini dikhususkan bagi anggota tim yang berasal dari luar kota. Ardo menjelaskan di timnya, setiap anggota wajib tinggal di mes untuk meningkatkan kebersamaan dan chemistry ketika bermain gim.

"Kalau latihan online kita tidak bisa bangun kerja sama dan chemistry. Karena masalah teamwork mau lima orang jago tapi tidak punya chemistry pasti tim itu kalah. Jadi mereka tinggal bersama," tutur Ardo.

Lebih lanjut, Ardo mengatakan pihaknya selalu meminta izin kepada orang tua ketika hendak mengontrak calon anggota tim. Ardo menegaskan pihaknya selalu menghargai dan menuruti keputusan orang tua yang keberatan anaknya direkrut tim eSports.

Ardo menjelaskan orang tua sering khawatir soal jaminan masa depan anaknya. Oleh karena itu pihaknya menyediakan homeschooling dan menjelaskan perkiraan gaji bersih calon anggota tim yang bisa bernilai dua kali lipat dari gaji upah minimum regional Jakarta.

"Jaminannya apa, makanya kami kasih homeschooling. Di luar negeri homeschooling masuk seminggu dua kali. Ini orang tua tidak perlu bayar dan seluruh akomodasi kami yang membayar,"pungkasnya. (jnp/evn)