Chief executive officer dan pendiri IFER Wahidin Amir mengatakan pihaknya sedang menyusun konferensi perdananya itu yang akan dibuat dengan konsep seminar.
"Ada gambaran bahwa akan dibuat seperti seminar, nanti dibuat rundown nya, siapa aja profesor-profesor yang akan diundang untuk mempresentasikan kajian-kajian ilmiah," ujar Wahidin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/1) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:China Luncurkan Roket ke Sisi Terjauh Bulan |
"Saat ini kita lagi kumpulin dana untuk event sebesar itu dan kita juga lagi buat kepanitiaan, maka dari itu kita rapat lagi bulan depan apa saja yang harus kita sepakati," imbuhnya.
Terkait komunitas yang didirikannya, Wahidin mengatakan sebagai cabang dari Flat Earth 101. Wahidin dan tim lebih bayak berperan sebagai tim riset.
Dibandingkan Indonesia, konferensi penganut Bumi datar di AS sudah dua kali dilakukan yaitu pada November 2017 dan Desember 2018 silam.
Dalam konferensi tersebut, peserta disuguhkan dengan presentasi serta perdebatan yang mempromosikan bahwa bentuk Bumi itu datar. Penganut bumi datar itu beranggapan bahwa tidak ada gambaran asli yang ditunjukkan oleh media mengenai bentuk Bumi.
Sementara itu, YouTube berhenti merekomendasikan video berisi konspirsi termasuk teori Bumi datar. YouTube beranggapan rekomendasi video Bumi data bisa membahayakan dan membuat orang benar-benar terjerumus dalam konspirasi tersebut. (din/evn)