Upaya pembuktian itu tetap dilakukan Hughes meski telah banyak penelitian dan gambar Bumi yang memperlihatkan bahwa planet ini tidak datar.
Namun, teori tentang hal itu ternyata tak juga padam di sejumlah tempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Presiden Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Roby Muhammad mengatakan masalah 'Bumi datar' disebabkan bukan karena pemeluk teori tersebut tak memahami kenyataannya. Namun, kata dia, karena soal 'pemberontakan'.
"Intinya adalah bentuk pemberontakan terhadap institusi atau pihak yang memegang riset. Itu sangat berbahaya ya karena yang diancam adalah kredibilitasnya. Misalnya kepercayaan terhadap pemerintah. Kalau kepercayaan terhadap pemerintah sudah tidak ada, lalu akan menjadi seperti apa nantinya?" ujar Roby usai acara peluncuran podcast Sains Sekitar Kita di Perpusatakaan Nasional, Jakarta, Senin (2/4).
"Kecenderungan bisa. Dia cenderung mendukung perasaan. Dia merasa korban pemerintah," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin sempat memberikan penjelasan secara langsung mengenai bukti bentuk Bumi kepada penganut Bumi datar.
"Gerhana bulan adalah saat yang tepat untuk membuktikan bumi bulat karena ketika purnama tergelapi maka akan terlihat bayangan. Bayangan yang menggelapi itu adalah bayangan bumi. Jadi kelengkungan bayangan di permukaan bulan ketika proses gerhana itu menunjukkan bumi yang bulat," kata Djamal beberapa waktu lalu. (asa)