Associate Market Analyst Client Devices, IDC Indonesia Rizky Febrian mengatakan potensi saling tikam ini mengacu pada realita di pasar. Hal ini terjadi dalam kasus sub merek Oppo, yaitu Realme.
"Contohnya Realme dan Oppo. Ada produk Realme yang sedikit midrange seperti Realmi 2 Pro. Itu pada akhirnya memakan pasar produk Oppo sendiri, kata Rizky saat ditemui usai konferernsi pers di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan, Kamis (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizky lebih lanjut mengatakan Realmi diciptakan Oppo agar bisa menyasar pasar low-end tanpa harus melekatkan ponsel murah dengan merek Oppo.
Lihat juga:Samsung Pertimbangkan Buat Pecah Merek |
Kehadiran submerek diprediksi Rizky akan mengancam eksistensi vendor lokal seperti, HTC, Evercross, Advance dan Mito. Kendati demikian Rizky optimis vendor lokal masih bisa bertahan meskipun jumlahnya menurun.
"Vendor lokal memang masih terus mencari strategi yang paling pas untuk menghadapi persaingan yang makin ketat. Contohnya Evercross saja ada subbrand baru hasil kerja sama dengan XL," kata Rizky. (jnp/eks)