Facebook Bakal Buka-bukaan Soal Iklan di Platformnya

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 03:17 WIB
Facebook Bakal Buka-bukaan Soal Iklan di Platformnya Ilustrasi (REUTERS/Charles Platiau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook membuat kebijakan yang akan buka-bukaan soal pengiklan di platformnya. Nantinya, fitur ini akan menunjukkan siapa yang memberikan kontak informasi kepada pengiklan sehingga iklan tersebut muncul di laman pengguna. Pengguna akan tahu apakan kontak itu didapat langsung dari sumber seperti peritel atau pihak ketiga yang mengumpulkan data tersebut.

Nantinya data-data ini bisa dilihat pengguna pada opsi "Mengapa saya melihat (iklan) ini?". Opsi tersebut bisa diakses dengan mengklik opsi titik tiga di pojok kanan atas. Sebelumnya, di opsi "mengapa saya melihat (iklan) ini" Facebook hanya menampilkan alasan mengapa sebuah iklan muncul di laman pengguna. Akan muncul beberapa opsi yang menunjukkan kemungkinan iklan muncul.

Misal karena mereka memang menargetkan pengguna berdasarkan penargetan umur atau status pengguna di Facebook. Nantinya informasi yang diberikan akan lebih detil. Pengguna bisa melihat oleh siapa kontak kita diunggah dan siapa yang membuat daftar kontak itu.


Meski demikian, Facebook tidak memiliki alat untuk melakukan verifikasi atas pernyataan yang diungkap oleh pengiklan. Sebelumnya, pada November, Facebook mengharuskan pengiklan dan pengembang teknologi pemasaran untuk mengungkap secara spesifik kepada siapa mereka melakukan promosi tersebut. Pada Maret, Facebook membuat kebijakan yang mengharuskan pengiklan telah memiliki izin untuk mengunggah nomor ponsel atau email seseorang untuk iklan yang ditargetkan. 

Facebook menyebut hal ini dilakukan untuk memberikan pengguna pengertian yang lebih baik bagaimana data mereka digunakan oleh pengiklan, seperti disebutkan juru bicara Facebook kepada TechCrunch.

Meski demikian, hal ini tidak akan menghentikan penyalahgunaan data. Hal ini akan memberi pilihan bagi pengguna untuk membatasi data pengguna. Fitur ini juga membantu Facebook menangkap rekanan pengiklan yang mengunggah informasi tanpa persetujuan.

Kebijakan ini diharapkan bisa membuat perusahaan berpikir dua kali untuk memanen data pelanggan mereka tanpa bertanya sebelumnya. Facebook mungkin tidak setransparan perusahaan lain terkait kebijakan iklan di platformnya, seperti dikutip Engadget. (eks/eks)