Country Director Palo Alto Networks Surung Sinamo di Kantor Palo Alto mengatakan 5G merupakan inovasi yang memiliki celah keamanan yang bisa dieksploitasi peretas. Secara alamiah setiap inovasi pasti memiliki celah keamanan.
Belum lagi setiap aplikasi baru memiliki periode tanpa proteksi atau 'zero day'. Hal ini yang bisa dimanfaatkan peretas untuk menyerang aplikasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IoT membawa conected device, connected cars, dan sebagainya. Itu semua 5G dan kapasitasnya makin besar, jadi connected device-nya juga makin besar. Dan itu jadi makin banyak celah," ujar Surung.
Ada tiga hal yang bisa ditingkatkan sistem keamanannya, pertama adalah keamanan jaringan. Kedua adalah keamanan pada cloud dan ketiga adalah keamanan end-point. Ketiga keamanan ini harus saling terintegrasi agar mampu mendeteksi ancaman keamanan dan memperbarui sistem keamanan dengan mudah.
Dengan adanya sistem otomasi, segala bentuk pendeteksian hingga penangkalan keamanan siber bisa dilakukan dengan cepat dan mudah.
"Operator masih banyak yang menggunakan keamanan legacy. Dia juga harus investasi di otomasi, yang kompleks itu bisa pakai otomasi supaya tidak manual," tutur Surung. (jnp/evn)