Soal Rencana Naikkan Tarif Ojol, Grab Sebut Akan Taati Aturan

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 11:45 WIB
Soal Rencana Naikkan Tarif Ojol, Grab Sebut Akan Taati Aturan Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno menyatakan pihaknya menyambut baik inisiatif pemerintah terkait regulasi penggunaan kendaraan roda dua. Tri memastikan pihaknya akan akan menaati peraturan yang berlaku terkait rencana menaikkan tarif batas bawah ojek online.

"Grab Indonesia menyambut baik insiatif pemerintah dalam meregulasi penggunaan kendaraan roda dua untuk kepentingan masyarakat. Sebagai perusahaan yang menjunjung tata kelola yang baik, Grab Indonesia senantiasa menaati peraturan yang berlaku di wilayah operasinya," ujar Tri melalui keterangannya yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (13/2).

Lebih lanjut kata Tri, ia menghimbau kepada semua pihak untuk bersabar dan memberikan waktu kepada pemerintah untuk menampung masukan dari berbagai pihak.


Selain itu, Grab Indonesia juga mengajak semua pihak untuk berpikir mengingat hukum ekonomi dasar bahwa kenaikan harga akan mendorong penurunan permintaan.

"Grab sendiri senantiasa memikirkan kesejahteraan mitra pengemudi dengan mengukur pendapatan keseluruhan dan menyiapkan skema khusus yang menjamin mitra yang rajin akan mendapat kompensasi lebih," jelas Tri.

Kementerian Perhubungan berencana untuk meningkatkan tarif batas bawah ojek online guna menyejahterakan pengemudi. 

Tim 10 Perumus Aturan Ojek Online mengusulkan skema tarif batas bawah Rp3.100 per kilometer. Angka ini meningkat dari angka rata-rata tarif bawah sebesar Rp2.200.

Berdasarkan hasil survei, 79,21 persen pengguna menggunakan ojek online untuk bertransportasi sejauh 0 sampai 10 kilometer per hari. Persentase ini menunjukkan  ojek online digunakan untuk mengisi kebutuhan masyarakat dalam bermobilitas jarak pendek.

Dalam hal ini, ojek online mendukung konsumen agar terhubung dengan transportasi publik massal seperti MRT, LRT, atau Transjakarta. Sementara itu, yang menggunakan ojek online untuk rentang jarak 15 km hingga lebih dari 25 km per hari hanya 20,78 persen responden. (din/evn)