Tak Lagi Merespon, NASA Akhiri Tugas Opportunity di Mars

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 09:32 WIB
Tak Lagi Merespon, NASA Akhiri Tugas Opportunity di Mars Setelah kematian robot penjelajah Opportunity, rover Curiousity (gambar) menjadi wahana penjelajah satu-satunya yang masih beroperasi di Mars (REUTERS/NASA/JPL-Caltech/MSSS/Handout)
Jakarta, CNN Indonesia -- NASA mengumumkan akhir hidup penjelajah rover Opportunity di Mars, Rabu (14/2). Rover ini mengakhiri tugas selama 14 tahun di planet merah itu setelah hilang kontak dengan NASA sejak badai debu di Mars pada Juni 2018.

"Saya umumkan misi Opportunity telah selesai," jelas Thomas Zurbuchen, adminisitrator associate dari Direktorat Misi Sains NASA dalam konferensi pers di markas besar mereka di Pasadena, California.

Kendaraan penjelajah Opportunity ditugaskan untuk meneliti sejarah air di Mars. Penghentian operasi rover itu menjadii akhir dari misi paling bermanfaat dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.


Setelah badai debu itu, Opportunitu tak bisa mengisi ulang baterainya. Sehingga ratusan pesan dari Bumi tak dijawab oleh kendaraan ini dalam beberapa bulan terakir. NASA mencoba mengontak Opportunity untuk terakhir kalinya pada Selasa (12/2) petang.

Komunitas peneliti dan insinyur yang terlibat dalam program ini ikut muram atas penghentian misi rover yang mereka namai Oppy.

"Menghabiskan sore di JPL dengan mengirimkan kontak terakhir untuk rover Opportunity di #Mars," cuit Tanya Harrison, Direktur peneliti Mars di Universitas Negeri Arizona. "Hanya terdapat keheningan, air mata, dan pelukan. Terdapat memori dan tawa yang kami bagi, #ThankYouOppy #GoodnightOppy,(Terimakasih Oppy, Selamat Malam Oppy," lanjutnya.

Nostalgia ini merambat kepada peneliti lintas generasi yang telah menangani robot penjelajah ini.

"Godspeed (selamat jalan, semoga berhasil), Opportunity," cuit Keri Bean, yang mendapat kehormatan untuk mengirimkan pesan terakhir bagi robot itu.

"Hidup untuk Ratu Mars," tambah Mike Seibert, mantan direktur penerbang Opportunity dan pengendara rover dalam cuitan lainnya. Sementara Frank Hartman, yang mengomandoi Oppy, menyatakan kepada AFP bahwa ia merasa sangat terhormat pernah menjadi bagian kecil dari misi tersebut.

"Tertelan di badai debu yang besar: apakah ada akhir yang lebih baik bagi misi ini sesempurna dan seberani misi Opportunity dari awal hingga akhir?" jelasnya.

Misi ini mencatatkan berbagai kesuksesan, ia telah melampaui 45.2 kilometers. Jarak tempuh yang lebih jauh dari rover Bulan milih Uni Soviet Lunokhod 2 pada 1970. Jarak ini juga lebih jauh dari rover yang dibawa astronot AS ke Bulan pada misi Apollo 17 pada 1972. Opportunity telah mengirim 217.594 gambar permukaan Mars yang kini terseda di internet.

Opportunity menggunakan instrumen geologis untuk mengonfirmasi bahwa pernah ada air di Mars. Dalam babak kedua hidupnya di Mars, Opportunity mendaki pinggir kawah Endeavour dan mengambil gambar panorama disana. Di wilayah ini ia menemukan "veins of gypsum" yang menjadi bukti tambahan bahwa air pernah mengalir di antara bebatuan Martian ini.

Saudara kembar Opportunity, Spirit, mendarat tiga minggu lebih dulu dan aktig hingga kadaluarsa di 2010. Waktu hidup kedua rover ini jauh di atas perkiraan pembuat mereka. Secara teori, kedianya hanya akan bertahan selama 90 hari.

Saat ini, tinggal satu rover yang masih asyik menjelajah Mars, Curiosity. Penjelajah ini mendarat pada 2012, menggunakan tenaga reaktor nuklir sebagai penggerak, alih-alih mendapat tenaga dari panel surya.

Pada 2021, robot Rosalind Franklin rencananya akan mendarat di Planet Merah ini. Robot ini adalah bagian dari misi European-Russian ExoMars. Ia akan mendarat di sisi lain planet, sehingga akan ada dua rover yang menjelajahi planet ini. (eks)