5 Fakta Rover Opportunity yang 'Tutup Usia' di Mars

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 11:55 WIB
5 Fakta Rover Opportunity yang 'Tutup Usia' di Mars Rover Opportunity dinyatakan 'tutup usia' pada Rabu (14/2). (Foto: Mario Tama/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) secara resmi mengumumkan misi rover Opportunity di Mars berakhir pada Rabu (12/2).

John Callas selaku Project Manager misi eksplorasi NASA di Mars mengonfirmasi jika Opportunity 'tutup usia' setelah merampungkan misi eksplorasi selama 15 tahun.

"Sangat sedih mengucapkan selamat tinggal, namun di waktu yang bersamaan kita akan terus ingat misi ini sudah berjalan selama 15 tahun," ujar Calllas.


NASA mengambil keputusan untuk mengakhiri misi rover Opportunity lantarah adanya kegagalan sistem yang dipicu oleh hilangnya sinyal saat badai debu 'menyapu' Mars pada Juni 2018 lalu.

Selama 15 tahun, Opportunity telah menyumbang serangkaian temuan penting yang menggambarkan kondisi Mars. Berikut lima fakta yang perlu diketahui soal rover Opportunity seperti dilansir NASA:

Opportunity punya saudara kembar

Misi eksplorasi rover Mars membuat dua rover identik bertenaga surya yakni Spirit. Spirit mendarat di Kawah Gusev pada 4 Januari 2004, sedangkan Opportunity mendarat di seberang planet Mars tepatnya di Meridiani Planum pada 24 Januari 2004. Keduanya dikelola oleh laboraturium Jet Propulsion di Pasadena, California.

Melakukan misi terpanjang selama 15 tahun

Opportunity bekerja lebih lama di permukaan Mars daripada rover lainnya yang dibuat NASA yakni lebih dari 14 tahun dengan total sejauh 45,16 kilometer. Opportunity kembali mendapatkan rekor untuk perjalanan terpanjang di dunia pada tahun 2014.

Pencapaian tersebut melebih ekspektasi NASA yang hanya menargetkan misi eksplorasi masa menggunakan rover hanya bertahan 90 hari.

Spirit dan Opportunity menunjukkan keindahan Mars

Kedua rover itu sangat rajin mendokumentasikan pemandangan di Mars dan dapat memberikan sensasi kepada manusia yang ada di Bumi bagaimana rasanya berada di planet lain.

Gambar yang paling mengesankan yang diambil Oportunity ialah gambar riak pasir yang menyerupai gelombang di atas air dan bercak-bercak batuan di tepi kawah Endeavour.

Memetakan kondisi basah dan hangat di Mars

Saat melakukan misi eksplorasi di Mars, Opportunity menyumbangkan beberapa temuan penting salah satunya dapat mengidentifikasi dan mengkarakterisasi batuan sedimen selain di Bumi. Pengukuran dari rover itu menunjukkan bahwa batu-batu sedimen yang ada di Mars terbentuk dalam ephemeral kuno. Selain itu, Opportunity juga menemukan sebuah bidang kecil hematit yang dikenal sebagai 'blueberry' yang terbentuk dari naiknya air tanah bersifat asam.

Saat Opportunity mencapai tepi kawah Endeavour, terdapat vena putih dari mineral gypsum yang menandakan bahwa air mengalir melalui fraktur bawah tanah. Lalu, temuan lain dari robot misi eksplorasi NASA ini adalah ditemukannya tanda-tanda terkait masa lalui berair Mars di bebatuan Endeavour Crater seperti mineral lempung yang terbentuk dalam air netral-pH yang tidak terlalu asam dan tak terlalu basa.

Dari semua tempat yang dipelajari dari Opportunity, lingkungan di Endeavour memiliki kondisi yang ramah bagi kehidupan mikroba purba.

Spirit dan Opportunity dorong misi eksplorasi lanjutan

Keberhasilan Mars Exploration Rovers membantu mendorong pertumbuhan program NASA di Mars dan memotivasi untuk terus menemukan temuan-temuan baru. Opportunity dan Spirit menunjukkan bagaimana sebuah robot mobile di Mars dapat berkomunikasi secara handal dengan Bumi, menggunakan tekonologi 3D untuk menavigasi medan Mars dan melakukan pengamatan sains otonom.

Selain itu, kedua rover yang dibuat NASA itu telah menjadi tempat pelatihan yang mutkahir bagi ratusan insinyur dan ilmuwan untuk meneliti sebuah planet. 

[Gambas:Video CNN]
(din/evn)