Analisis

Lis Global Merek dan Mobil Terlaris 2018

Febri Ardani, CNN Indonesia | Selasa, 26/02/2019 05:18 WIB
Lis Global Merek dan Mobil Terlaris 2018 Ilustrasi. (ANTARA FOTO/IORA Summit 2017/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Data penjualan gabungan seluruh produsen di dunia yang dihimpun Jato Dynamics mencapai 86,01 juta unit pada 2018. Merek yang paling banyak menyumbang penjualan adalah Toyota (8,09 juta unit), diikuti Volkswagen (6,74 juta unit), Ford (5,32 juta unit), Honda (4,96 juta unit), dan Nissan (4,07 juta unit).

Urutan lima besar merek terlaris itu tidak berubah dari 2017. Pada tahun lalu penjualan Toyota tumbuh tiga persen dan Volkswagen naik satu persen. Sedangkan Ford, Honda, dan Nissan mengalami penurunan.

Berbeda dari merek terlaris, ada perubahan pada daftar lima besar mobil terlaris pada 2018 ketimbang 2017. Model terlaris pada tahun lalu adalah Ford F-Series (1,07 juta unit), Toyota Corolla (934 ribu unit), Honda Civic (812 ribu unit), Toyota RAV4 (807 ribu unit), dan Nissan X-Trail/Rogue (771 ribu unit).


Pada 2017, model terlaris yaitu F-Series, Corolla, Volkswagen Golf, X-Trail/Rogue, dan Civic. Volkswagen Golf terlempar ke posisi tujuh pada 2018, sementara RAV4 naik ke posisi empat setelah pada 2017 berada di posisi enam.

Dalam dua tahun ke belakang, model terlaris di dunia berasal dari segmen pikap, sedan, dan SUV. Bila dibelah lebih detail, SUV merupakan model yang saat ini paling digemari di dunia dengan kontribusi 36,4 persen (29,77 juta unit) dari total penjualan pada 2018.

Catatan penjualan SUV merupakan rekor baru, meski begitu peningkatannya pada 2018 yang sebesar tujuh persen dari 2017 adalah terkecil sejak empat tahun lalu. Pada 2017 penjualan SUV naik 13 persen dari 2016.

Indonesia Cuma Jago MPV

Struktur merek dan mobil terlaris di dunia banyak berbeda dibanding data penjualan di dalam negeri yang dikumpulkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Satu-satunya yang mirip data global yaitu Toyota merupakan merek terlaris di Indonesia. Namun merek lainnya berbeda sebab yang di belakang Toyota adalah Daihatsu, Honda, Mitsubishi, dan Suzuki.

Sedangkan model terlaris di Indonesia kebanyakan berasal dari kalangan MPV. Urutannya yaitu Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, Toyota Calya, Toyota Innova, dan Toyota Rush.

Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gaikindo, mengatakan tren berbeda antara Indonesia dengan global yang menginisiasi pihaknya mengusulkan perombakan beberapa faktor otomotif di dalam negeri kepada pemerintah agar meningkatkan potensi model selain MPV.

"Itulah yang saya bilang, di dunia itu yang diminati pikap, sedan, SUV, nah MPV enggak ada. Lah kita punyanya MPV. Maka itu Gaikindo usulkan dari basis produksi MPV ditambah sedan, ditambah SUV, ditambah pikap," ucap Jongkie saat dihubungi, Senin (25/2).

Indonesia boleh jadi jagonya MPV, namun menurut data Jato, MPV cuma mewakili 7,3 persen total penjualan di dunia yang mencapai 86,01 juta unit pada 2018. MPV berada di urutan kelima, di bawah SUV 36,4 persen, Compact 16,8 persen, Subcompact 12,5 persen, dan Midsize 8,1 persen.

Gaikindo disebut sudah melakukan kajian terkait membuka potensi pasar selain MPV di Indonesia. Jongkie menyebut setidaknya kajian itu mencakup empat hal.

Pertama, Gaikindo menyarankan penghapusan perpajakan berdasarkan bentuk kendaraan. Menurut dia, pasar global cuma mengenal mobil berkapasitas di bawah dan di atas 10 penumpang, sedangkan di Indonesia dikenal dibedakan dari sedan atau bukan, kapasitas mesin, dan status impornya.

Kedua, Gaikindo usul perpajakan kendaraan diatur melalui cukai emisi. Tujuannya agar mobil beremisi rendah terbebani pajak lebih kecil ketimbang yang berpolusi tinggi.

Ketiga terkait model Low Cost Green Car yang sudah dibuka sejak 2013. Gaikindo minta pemerintah melanjutkan program itu.

Terakhir, Gaikindo mau ada regulasi khusus tentang segmen baru Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang mencakup teknologi hybrid, plug-in hybrid, dan murni listrik, serta alternatif lainnya.

Gaikindo menginginkan model selain MPV bisa diminati di Indonesia. Salah satu caranya membuat harga sedan, pikap, dan SUV menjadi lebih murah hingga akhirnya meningkatkan volume penjualan.

Volume penjualan merupakan dasar prinsipal mempertimbangkan memproduksi model tertentu di Indonesia. Bila hal itu dilakukan maka peluang ekspor terbuka dan menjadikan Indonesia penyuplai berbagai macam kendaraan yang diinginkan dunia.

Risalah penjualan global 2018
Penjualan Mobil Global 2018 = 86,01 juta unit
Penjualan Mobil Global 2017 = 86,43 juta unit
Penjualan Mobil Global 2016 = 84 juta unit

Penjualan Mobil Global 2018 per kawasan
Amerika Utara
Amerika Serikat 17,33 juta unit
Kanada 2,01 juta unit
Meksiko 1,43 juta unit
P. Rico 108 ribu unit

Amerika Selatan
Brasil 2,47 juta unit
Argentina 771 ribu unit
Cili 416 ribu unit
Kolombia 257 ribu unit

Eropa
Jerman 3,72 unit
Inggris 2,72 unit
Prancis 2,62 unit
Italia 2,08 juta unit
Rusia 1,80 juta unit

China 28,08 juta unit
Jepang 5,19 juta unit
Korea Selatan 1,78 juta unit

Asia Pasifik
India 3,92 juta unit
Australia 1,11 juta unit
Indonesia 1,03 juta unit
Thailand 1,01 juta unit
Malaysia 581 ribu unit

Penjualan Mobil Global 2018 per segmen:
SUV 36,4 persen
Compact 16,8 persen
Subcompact 12,5 persen
Midsize 8,1 persen
MPV 7,3 persen
Pikap 6,4 persen
City car 6,2 persen
Executive 3,1 persen
Van 2 persen
Sport 0,7 persen
Luxury 0,4 persen

10 Mobil Terlaris Dunia 2018
1. Ford F-Series 1.076.153 unit
2. Toyota Corolla 934.348 unit
3. Honda Civic 812.767 unit
4. Toyota Rav4 807.116 unit
5. Nissan X-Trail/ Rogue 771.145 unit
6. Honda CR-V 736.471 unit
7. Volkswagen Golf 731.561 unit
8. Volkswagen Passat 660.453 unit
9. Chevrolet Silverado 650.654 unit
10. Honda HR-V 646.144 unit

10 Mobil Terlaris Dunia 2017
1. Ford F-Series 1.073.285 unit
2. Toyota Corolla 924.118 unit
3. Volkswagen Golf 867.145 unit
4. Nissan X-Trail/Rogue 814.495 unit
5. Honda Civic 800.380 unit
6. Toyota RAV4 770.296 unit
7. Honda CR-V 700.296 unit
8. Volkswagen Tiguan 695.383 unit
9. Honda HR-V/XR-V/Vezel 689.798 unit
10. Volkswagen Passat/Magotan 673.471 unit


(fea)