Gojek disebutkan telah menggaet 20ribu pedagang untuk layanan pengantaran makanan dan 10ribu mitra pengemudi.
"Kami bekerjasama dengan Gojek dan menawarkan layanan pengantaran makanan," jelas Pinya seperti dikutip Nikkei Asian Review. "Kami mencoba layanan beta pengantaran lamanan ini sekitar dua bulan dan mendapat ribuan pelanggan yang menurut kami merupakan respons yang cukup baik."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan segera berekspansi ke layanan pembayaran," tegas Pinya.
Lihat juga:Gojek Dijegal di Filipina |
Baik Pinya dan Nadiem menolak untuk mengungkap bagaimana pembagian saham kedua perusahaan. Namun, berdasarkan aturan hukum di Thailand, kepemilikan asing di perusahaan lokal tidak bisa lebih dari 49 persen.
Berdasarkan siaran pers Get, mitra pengemudi mereka akan mendapat pelatihan, asuransi kendaraan, perencanaan tabungan, dan asuransi jiwa baik bagi pengemudi dan keluarganya.
Saat ini Gojek tengah mengincar investasi baru dengan membuka pendanaan seri F. Rencananya ia akan mengumpulkan US$1 miliar dari investor seperti Mitsubishi Corp dan Provident Capital. Investor lawas seperti Google, JD, dan Tencent Holding juga kembali memberikan kucuran dana di seri baru ini. Saat ini nilai perusahaan (valuasi) Gojek telah mencapai US$10 miliar, masih dibawah Grab yang ada di angka US$11 miliar.
Pekan lalu, Gojek juga dilaporkan Deal Street Asia tengah mempekerjakan Citibank untuk proyek pengumpulan pendanaan baru senilai US$2 miliar. Pendanaan baru ini sepertinya akan terdiri dari pendanaan ekuitas saham dan utang. (eks/eks)