Gojek Kerahkan Kecerdasan Buatan Demi Berantas Order Fiktif

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 08:13 WIB
Gojek Kerahkan Kecerdasan Buatan Demi Berantas Order Fiktif Ilustrasi aplikasi Gojek. (Foto: CNN Indonesia/Harey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Chief operation officer Gojek Hans Patuwo menerangkan pihaknya mengerahkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk memberantas sindikat order fiktif.

Kecerdasan buatan diklaim Shinta mampu mendeteksi fenomena 'tuyul' dengan tingkat akurasi mencapai 98 persen. Bahkan Gojek mengklaim sistemnya mampu menangkal opik (order fiktif) sebelum sampai ke aplikasi pengemudi.

"Salah satu keberhasilan sistem kami adalah mengindentifikasi yang kemudian Kami laporkan dan ditindak secara hukum oleh Polda Metro Jaya," ujar Hans di Jakarta, Kamis (14/2).


Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya pada Rabu (13/2) menjerat sindikat pelaku order fiktif (Fraud) berdasarkan laporan yang diajukan Gojek pada 28 Januari 2019.

Beberapa oknum berhasil dibekuk karena terbukti bertindak sebagai koordinator sindikat pelaku order fiktif yang telah mengganggu ketenangan mitra driver Gojek lainnya.

Menyusul sikap Kepolisian, Hans pun mengapresiasi langkah cepat pihak Polda Metro Jaya.

"Kami sangat mengapresiasi keberhasilan Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus ini. Laporan dan bukti-bukti yang kami berikan, diproses dengan cepat sehingga sindikat pelaku order fiktif dapat segera ditangkap untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut," tutur Hans. 

Ke depan, manajemen Gojek pun berkomitmen akan secara konsisten dan berkala melakukan penerbitan di level mitra yang terbukti menggunakan GPS palsu atau tindak kecerungan yang lain.

"Kami melihat bahwa jalur penindakan hukum perlu juga kami ambil sehingga memberikan efek jera," tutup Hans. (evn)