Bos YouTube Tanggapi Kemunculan Konten Bunuh Diri Pada Anak

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 08:25 WIB
Bos YouTube Tanggapi Kemunculan Konten Bunuh Diri Pada Anak Ilustrasi YouTube. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO YouTube Susan Wojcicki melakuan pembelaan diri dalam menanggapi konten kekerasan yang beredar lewat video di platform-nya. Wojcicki mengaku sangat memerhatikan keselamatan anak-anak secara serius.

Terlebih dengan latar belaangny sebagai ibu dari lima anak, ia mengaku pihaknya berusaha keras untuk menghapus video-video tersebut.

"Youtube sangat memerhatikan keselamatan anak-anak dengan sangat serius dan saya berani mengatakan bahwa kami dalam dua tahun terakhir ini bertanggung jawab memperbaiki masalah tersebut," ucap Wojcicki disela wawancara dengan kolumnis New York Times Kara Swisher.


Ia juga memastikan pihaknya akan mengubah kembal kebijakan terkait knten yang menampilkan anak-anak. Disamping itu, pihaknya juga berkomitmen untuk menghapus komentar-komentar tidak pantas pada video anak-anak.

Di sisi lain, ia menyadari jika kebijakan baru YouTube bisa menimbulkan penolakan dari pembuat konten.

"Namun ini adalah keputusan yang kami buat karena kami ingin memprioritaskan keselamatan anak-anak," jelasnya.

Awal tahun ini, anak perusahaan Alphabet tersebut memastikan akan mengubah algoritme dalam merekomendasikan lebih sedikit konten berbahaya.

Dilansir dari Wired, pekan lalu sebuah laporan terkuak terkait salah satu video di YouTube yang menggambarkan bagaimana melakukan bunuh diri muncul dalam video yang menampilkan anak-anak. Merespons laporan tersebut, pada kuartal ketiga 2018 YouTube melaporkan telah menghapus hampir 8 juta video bermasalah dengan 75 persen diantaranya teridentifikasi lewat machine learning.

Komentar negatif pada video anak-anak diduga memicu peningkatkan aksi pedofilia. Selang beberapa hari, laporan lain muncul soal muatan konten cara bunuh diri yang ditujukan bagi anak-anak. (din/evn)