Terlebih dengan latar belaangny sebagai ibu dari lima anak, ia mengaku pihaknya berusaha keras untuk menghapus video-video tersebut.
"Youtube sangat memerhatikan keselamatan anak-anak dengan sangat serius dan saya berani mengatakan bahwa kami dalam dua tahun terakhir ini bertanggung jawab memperbaiki masalah tersebut," ucap Wojcicki disela wawancara dengan kolumnis New York Times Kara Swisher.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, ia menyadari jika kebijakan baru YouTube bisa menimbulkan penolakan dari pembuat konten.
Dilansir dari Wired, pekan lalu sebuah laporan terkuak terkait salah satu video di YouTube yang menggambarkan bagaimana melakukan bunuh diri muncul dalam video yang menampilkan anak-anak. Merespons laporan tersebut, pada kuartal ketiga 2018 YouTube melaporkan telah menghapus hampir 8 juta video bermasalah dengan 75 persen diantaranya teridentifikasi lewat machine learning.
Komentar negatif pada video anak-anak diduga memicu peningkatkan aksi pedofilia. Selang beberapa hari, laporan lain muncul soal muatan konten cara bunuh diri yang ditujukan bagi anak-anak. (din/evn)