Grab Mulai Program Akselerator Startup Indonesia

jnp, CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 14:15 WIB
Grab Mulai Program Akselerator Startup Indonesia Ilustrasi (Dok. Grab)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab Indonesia akan melaksanakan program Grab Ventures Velocity bagi startup terpilih selama 16 minggu di BSD City. Program akselerator yang berjalan sekitar 4 bulan ini akan berisi serangkaian sesi pelatihan dan mentoring untuk meningkatkan bisnis mereka.

Startup yang terpilih akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis mereka dan bergabung dalam aplikasi Grab. BSD City, sebagai integrated smart digital city pertama di Indonesia.

"Kami minta Program Velocity startup yang kita bina itu di sini (BSD) semua. Jadi diharapkan mereka bisa bergabung ke dalam ekosistem startup yang ada di sini (BSD)," kata Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan usai ditemui dalam penandatangan kesepahaman antara Grab dan Sinar Mas Land di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Senin (4/3).


Grab Venture Velocity sendiri berperan sebagai akselerator bagi para startup tersebut. Dalam dunia startup, akselerator merupakan program yang memberikan pendanaan awal (seed investment), aset, sumber daya, keahlian, dan jaringan, kepada perusahaan startup yang sudah memiliki produk.

Program ini berbeda dengan inkubator yang biasanya memberikan mentoring dan pendanaan bagi startup yang masih ditahap pengembangan ide menjadi produk.

"Pastinya menjadi bagian dari investasi yang telah kita umumkan US$700 juta sampai 2020. Salah satu bentuknya adalah Grab Ventures, kita berikan US$200 juta untuk pengembangan startup di Indonesia," ujar Ongki.

Desember lalu, Grab mengumumkan telah menggelontorkan dana sebesar US$250 juta dalam program Grab Ventures Velocity.

Selang dua bulan berikutnya, perusahaan yang didirikan oleh Anthony Tan ini juga telah mengantongi status sebagai satu-satunya decacorn di Asia Tenggara. Istilah decacorn merujuk pada perusahaan rintisan yang mengantongi valuasi US$10 miliar.

BSD City sendiri tengah menyiapkan diri menjadi 'Sillicon Valley' Indonesia. Sehingga kawasan ini memberikan infrastruktur untuk menunjang operasional dan aktivitas keseharian perusahaan teknologi dan digital. (eks)