"Kalau berbicara soal kemampuan belum benar benar optimal, secara dimensi visi belum optimal, kemudian dari skala ekonomi belum optimal. Intinya adalah ponsel lipat saat ini masih tahap mencari bentuk ideal dan mencari kemampuan," kata Herry.
Meskipun pihak Samsung atau Huawei sudah meluncurkan ponsel lipat pertama. Peluncuran ini juga pasti sudah dilakukan dengan berbagai pengujian internal mulai dari daya tahan hingga spesifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Bara Panas Persaingan Ponsel Layar Lipat |
"Memang benar Samsung dan Huawei sudah berjualan, tapi meskipun sudah lakukan pengujian internal perusahaan, tetap saja kondisi pasar yang akan tentukan. Perilaku pemakai itu beda-beda," ujar Herry.
"Karena pasti selalu ada tahapan tahapan. Jangankan yang melipat, yang konteks layar tepian melengkung juga perlu proses agak lama," kata Herry.
Lihat juga:Membuka 2019 dengan Tren Ponsel 5 Kamera |
Selain itu, dengan semakin diminatinya ponsel layar lipat, maka pasti dibutuhkan stok ponsel yang pintar yang bisa dibantu dengan memproduksi di dalam negeri.
"Kalau pakai hardware saya tidak yakin pabrikan di sini mampu ponsel layar lipat, Yang jadi masalah beranikah mereka bawa produksi ke Tetap ada hitung-hitungan bisnis. Supaya vendor ini break even point (BEP) paling tidak harus masukan berapa ribu unit," kata Herry. (jnp/eks)
Ponsel dengan layar lipat ini menjadi daya tawar baru ke publik (REUTERS/Stephen Lam)