Dua Tahun ke Depan Diperkirakan Jadi Era Konsolidasi

CNN Indonesia | Jumat, 08/03/2019 16:49 WIB
Dua Tahun ke Depan Diperkirakan Jadi Era Konsolidasi Ilustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Direktur dan CEO Tri Indonesia Cliff Woo mengatakan ombak konsolidasi di industri telekomunikasi di Indonesia akan terus terjadi hingga dua tahun ke depan. Pendapat ini mengacu pada tren konsolidasi dalam industri telekomunikasi yang terjadi di berbagai negara di seluruh belahan dunia.

"Secara personal, saya kira ombak (gelombang) konsolidasi tampaknya akan terus terjadi hingga dua tahun ke depan. Di banyak negara konsolidasi menjadi tren umum. Saya tidak terkejut apabila konsolidasi di Indonesia juga dibutuhkan," kata Cliff dalam konferensi pers di Oakwood, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/3).

Cliff menjelaskan ia tidak terkejut apabila para pemegang saham di Tri Hutchison sudah melakukan pembicaraan dengan para pemegang saham operator lain untuk membicarakan konsolidasi.


Cliff mengatakan industri telekomunikasi tidak sehat dengan banyaknya operator di Indonesia. Ia mengatakan Indonesia tidak membutuhkan lima operator telekomunikasi.

Sehingga menurutnya konsolidasi antar operator bisa berdampak positif untuk kemaslahatan industri telekomunikasi di Indonesia. Konsolidasi dianggap bisa menjadi vitamin untuk industri telekomunikasi.

"Konsolidasi membuat efisiensi lebih efektif, saat ini terlalu banyak jaringan. Terlalu banyak kapasitas yang dibangun. Makanya operator itu harus memberikan harga rendah untuk meraih konsumen. Dan secara jangka panjang ini tidak sehat," kata Cliff.

Berdasarkan pasar Tri Hutchison di Austria dan Italia, Cliff mengatakan pihaknya berperasaan sebagai biang dari konsolidasi. Artinya Tri merupakan pihak yang mengakuisisi pihak lain.

"Kami terbuka dengan berbagai kesempatan , dan track record operasi Hutchison, itu kami selalu berperan sebagai integrator, kami yang mengintegrasi pasar. Kami akan mengambil pendekatan optimis dan agresif ke market ini," ujar Cliff.

Dalam kesempatan yang sama, Cliff menjelaskan saat ini Tri memiliki 37 juta pengguna di Indonesia. Pada tahun 2019, Tri akan membangun delapan ribu BTS 4G/4,5 G yang akan menjangkau 30 juta penduduk Indonesia.

Merespon evolusi jaringan telekomunikasi 5G, Cliff mengatakan infrastruktur Tri siap untuk menyongsong 5G.

"Dengan pengalaman kami menggelar 5G secara global, kami siap untuk menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung kehadiran 5G di Indonesia," kata Cliff. (jnp/eks)