Enam Aplikasi Android Masih Berbagi Data Pribadi ke Facebook

CNN Indonesia | Sabtu, 09/03/2019 08:45 WIB
Enam Aplikasi Android Masih Berbagi Data Pribadi ke Facebook Ilustrasi laman Facebook. (Foto: REUTERS/Thierry Roge)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga nonprofit Privacy International menemukan jika sejumlah aplikasi pada perangkat android masih digunakan untuk berbagi data pribadi ke Facebook. Privacy International mencatat setidaknya ada tujuh aplikasi yang masih berbagi data penggunanya kepada Facebook.

Keenam aplikasi tersebut yakni Yelp, Duolingo, Indeed, King James Bible app, Qibla Connect, dan Muslim Pro.

Lembaga yang berbasis di Inggris ini juga menemukan jika aplikasi-aplikasi tersebut merekam informasi mengenai minat pengguna, identitas, hingga rutinitas pengguna yang dikirimkan melali Google Ads.


"Kabar buruknya, enam aplikasi seperti Yelp, Duolingo, King James Bible, Qibla Connect, Muslim Pro, dan Indeed masih mengirimkan data pribadi Anda ke Facebook tanpa persetujuan," tulis Privacy International dalam laman resminya.

Upaya berbagi data pribadi ke Facebook ternyata bukan soal privasi, namun menyangkut kompetisi antar aplikasi. Privacy International mencatat data yang dikirimkan aplikasi ke Facebook juga mencakup fakta mengenai aplikasi yang terpasang pada ponsel pengguna.

"Karena masih banyak aplikasi yang mengirimkan data seperti itu ke Facebook, hal ini dapat memberikan wawasan yang cukup luas mengenai ekosistem aplikasi tersebut," sambungnya.

Temuan ini hanya sebagian kecil dari hasil investigasi Privacy International yang mencatat sejumlah aplikasi populer telah menghentikan pengumpulan dan berbagi data tanpa adanya persetujuan pengguna. Tercatat dua pertiga dari aplikasi yang diuji seperti Spotify, Skyscanner dan KAYAK telah memperbaharui aplikasi mereka dan tidak lagi terhubung dengan Facebook ketika aplikasi tersebut dibuka.

Sebagai upaya tindak lanjut atas temuan tersebut, Privacy international mendesak Facebook untuk mengubah aturan software development kit (SDK) mereka. SDK dirancang agar secara otomatis mengirimkan data pribadi pengguna ke Facebook ketika membuka aplikasi.

Untuk menghindari data pribadi diambil, Privacy International meminta pengguna secara rutin mengatur ID iklan pada akun mereka. Pengguna diminta teliti memperhatikan izin yang diberikan kepada aplikasi dan memahami betul bagaimana aplikasi tersebut bekerja, khususnya di perangkat Android.

Selain Facebook, mengutip BGR, lembaga ini juga mencatat jika Google melakukan aksi serupa yakni mengumpulkan data pribadi pengguna melalui aplikasi, termasuk pengiklan. (din/evn)