Grab 'Bangun' Benteng Lawan Order Fiktif

CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 17:15 WIB
Grab 'Bangun' Benteng Lawan Order Fiktif Grab Luncurkan Benteng Lawan Fraud di Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab meluncurkan sistem keamanan terbaru untuk mendeteksi dan mencegah kecurangan (fraud) di Indonesia. Melalui sistem ini, Ovo dan Kudo bisa menangkal fraud melalui sistem yang dinamakan Grab Defence. Indonesia menjadi negara pertama diluncurkannya Grab Defence. 

Para mitra strategis Grab bisa memanfaatkan kemampuan basis data Grab untuk membaca perilaku kecurangan di lapangan.  Head of User Trust Grab Wui Ngiap Foo mengatakan Grab Defence didasari oleh  machine learning yang menganalisis jutaan data secara real-time untuk mendeteksi pola kecurangan

"Grab Defense adalah layanan yang bisa dipakai mitra untuk perbaiki sistem keamanan mereka untuk atasi proses kecurangan yang ada. Kami membangun algoritma yang juga dapat berevolusi dan mempelajari polanya sehingga kita bisa selangkah lebih maju dari pelaku kejahatan" kata Wui saat acara peluncuran Grab Defense di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/3).


Wui mengatakan layanan Grab Defence terdiri dari tiga fitur utama dan masing-masing fitur bisa berfungsi secara terpisah. Pertama adalah Event Risk Management Suite. Fitur ini memungkinkan pelaku bisnis untuk menilai resiko dari suatu peristiwa atau transaksi.

Fitur ini terdiri dari serangkaian Application Programming Interface (API) yang didukung machine learning yang bisa memprediksi risiko secara real time. Selain itu, fitur ini memungkinkan untuk menetapkan sejumlah tolak ukur untuk memprediksi kecurangan sesuai dengan model bisnis mitra strategis

Kedua adalah  Entity Intelligence Services. Fitur  ini menggunakan data base Grab serta keahlian dalam mengidentifikasi berbagai jenis entitas pelaku kejahatan, seperti nomor telepon, alamat e-mail, dan lain-Iain.

"Ini adalah kumpulan data berbagai banyak nomor telepon dan email yang sudah kami identifikasi mana yang curang dan yang tidak," kata Wui.

Fitur kedua digunakan memprediksi potensi risiko kepada semua pengguna yang berinteraksi dengan platform tersebut. Sebagai contoh, pelaku bisnis dapat menggunakan layanan ini untuk mendapat informasi nilai risiko dari pengguna baru.

Fitur ketiga adalah Device & Network Intelligence Services. Fitur ini bisa mendeteksi pelaku kejahatan dengan menggunakan data dari perangkat pengguna.

"Bagaimana cara kami tahu bahwa ada akun e-mail dan telepon bisa dimodifikasi arau cara kami menangani Fake GPS sehingga tidak bisa dilakukan untuk kecurangan," kata Wui.

Manfaat lain dari fitur ini adalah bisa membantu pelaku bisnis untuk menangkal pembuatan akun palsu akibat perangkat yang berpindah tangan. Perusahaan yang menyandang status decacorn ini akan merilis fitur defence untuk mitra strategis terpilih di lndonesia pada kuartal kedua dan akan diluncurkan ke seluruh mitra strategis pada akhir tahun ini. (jnp/evn)