Ekspor Lewat E-Commerce Bisa Kurangi Defisit Maraknya Impor

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 01:39 WIB
Ekspor Lewat E-Commerce Bisa Kurangi Defisit Maraknya Impor Ilustrasi. Peningkatan pengiriman produk lokal lewat e-commerce bisa menjadi salah satu cara mengurangi defisit akibat banyaknya impor (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk mengurangi defisit transaksi berjalan akibat maraknya impor, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bisa dilakukan dengan meningkatkan ekspor lewat e-commerce di Indonesia.

Hal ini diungkap Rudiantara saat peluncuran program ekspor yang dinamakan "Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global" dari salah satu pelaku e-commerce Shopee. Program ini merupakan upaya agar usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa mengekspor produk melalui aplikasi Shopee.

"Shopee ambil inisiatif untuk kurasi produk lokal agar bisa ekspor keluar. Ini address masalah defisit transaksi berjalan. Artinya kita lebih banyak impor daripada ekspor," ujar Rudiantara saat konferensi pers Shopee, di SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (21/3).


Rudiantara berharap program ini bisa mendorong UMKM untuk berjualan ke negara lain. Dengan adanya ekspor para pelaku UMKM, Rudiantara mengatakan bisa mengurangi defisit transaksi berjalan.

Rudiantara juga mengingatkan lembaga pemerintah seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan termasuk Kemkominfo harus bisa berperan sebagai fasilitator agar membantu pelaku UMKM agar go-international.

"Yang dilakukan Shopee bagaimana upaya Indonesia kurangi defisit transaksi berjalan," ujar Rudiantara.

Shopee telah menyiapkan lima ribu produk lokal untuk diekspor dan sebagian besar adalah produk fesyen. Target ekspor pertama produk ekspor Indonesia ini adalah Malaysia dan Singapura.

Selain itu, pelaku UMKM juga dapat mempelajari bagaimana cara mengembangkan strategi ekspor melalui kelas Kampus Shopee. Pembekalan UMKM telah dilakukan di 45 kota Indonesia.

Radityo mengatakan pelaku UMKM akan belajar mengenai pasar dan industri di negara negara Asia Tenggara yang dituju. Kemudian mengenai regulasi dan logistik yang bersinggungan dengan kegiatan ekspor. Selanjutnya adalah tips marketing untuk memasarkan produk di luar negeri. (jnp/eks)