Hal ini diungkap Rudiantara saat peluncuran program ekspor yang dinamakan "Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global" dari salah satu pelaku e-commerce Shopee. Program ini merupakan upaya agar usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa mengekspor produk melalui aplikasi Shopee.
"Shopee ambil inisiatif untuk kurasi produk lokal agar bisa ekspor keluar. Ini address masalah defisit transaksi berjalan. Artinya kita lebih banyak impor daripada ekspor," ujar Rudiantara saat konferensi pers Shopee, di SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudiantara juga mengingatkan lembaga pemerintah seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan termasuk Kemkominfo harus bisa berperan sebagai fasilitator agar membantu pelaku UMKM agar go-international.
Shopee telah menyiapkan lima ribu produk lokal untuk diekspor dan sebagian besar adalah produk fesyen. Target ekspor pertama produk ekspor Indonesia ini adalah Malaysia dan Singapura.
Radityo mengatakan pelaku UMKM akan belajar mengenai pasar dan industri di negara negara Asia Tenggara yang dituju. Kemudian mengenai regulasi dan logistik yang bersinggungan dengan kegiatan ekspor. Selanjutnya adalah tips marketing untuk memasarkan produk di luar negeri. (jnp/eks)