Rezky mengatakan kebobolan data yang dialami Bukalapak merupakan hal yang serius. Pasalnya dalam akun tersebut terdapat berbagai informasi penting seperti nomor rekening, alamat rumah, hingga alamat e-mail.
"Serangan dari Pakistan kami sendiri tidak kena. Saat pembobolan diumumkan itu langsung melakukan pengecekan regional. Karena hal ini sudah merupakan hal serius dan keamanan data pribadi," ujar Rezky usai acara peluncuran program "Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global" di SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari sisi pengambilan data yang sifatnya lebih ke consumer to consumer (C2C). Ini yang kadang-kadang perlu diingatkan para konsumen untuk sering melakukan pengamanan untuk akunnya," kata Rezky.
Rezky mengakui Shopee memiliki gerbang akses yang lebih banyak yang bisa dimanfaatkan peretas. Pasalnya Shopee tidak hanya hadir di Indonesia tapi juga hadir di Taiwan, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Filipina.
"Kalau peretasan yang sana itu kan pengambilan masuk ke dalam. Kalau kami sudah mempersiapkan supaya kita punya firewall yang cukup kuat," imbuhnya. (jnp/evn)