Mengenal Dua Astronaut Perempuan yang Batal Spacewalk

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 17:15 WIB
Mengenal Dua Astronaut Perempuan yang Batal <i>Spacewalk</i> Koch sebelum berangkat ke ISS. (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembatalan rencana Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk mengadakan spacewalk wanita pertama menuai kekecewaan dari berbagai akun media sosial.

Masalah pakaian menjadi penghalang kedua astronaut wanita melakukan spacewalk. Anne C. McClain dan Christina Hammock Koch merupakan ahli dalam bidangnya masing-masing untuk menjadi astronaut dalam program luar angkasa NASA.

Berikut profil singkat kedua astronaut yang gagal melakukan spacewalk bersama.


McClain adalah mantan pilot helikopter di angkatan udara Amerika Serikat, sementara Koch telah belajar di akademi NASA sejak 2001. Keduanya sudah diseleksi dan dilatih, baik dalam hal sains hingga teknis untuk bertugas sebagai astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Anne McClain adalah perempuan kelahiran Washington, Amerika Serikat. Pada 2002, ia mendapat gelar S1 untuk bidang Sains Mekanik dan Insinyur Penerbangan dari Akademi Militer Amerika Serikat.

McClain kemudian melanjutkan studi melalui beasiswa Marshall ke Universitas Bath di Inggris dan mendapat gelar master untuk Insinyur Penerbangan pada 2004.

Sebelum bekerja untuk NASA, McClain lebih dulu menjadi pilot, serta instruktur helikopter jenis OH-58D. Ia memiliki catatan lebih dari dua ribu jam terbang untuk berbagai jenis pesawat maupun helikopter.

Dia pun telah mendapat beberapa penghargaan atas kerjanya di bidang militer seperti Medali Peperangan Melawan Terorisme, Lencana Penerbangan Senior, dua Medali Penerbangan, serta tiga Medali Operasi Luar Negeri.
McClain dipilih oleh NASA pada Juni 2013 dan menjadi anggota kedelapan dalam kelas astronaut NASA ke-21. Berbagai pelatihan kandidat astronaut telah dia terima.

Dari mulai latihan sains, teknis, instruksi sistem Stasiun Luar Angkasa Internasional, spacewalk, latihan fisiologi, penerbangan pesawat jenis T-38 milik NASA, hingga latihan bertahan hidup.

McClain menyelesaikan latihannya pada 2015 dan dikirimkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada Desember tahun 2018 sebagai bagian dari kru Ekspedisi 58/59.

Berbeda dari McClain, Christina H. Koch telah bekerja dengan NASA sejak 2002. Setelah kelulusannya dari Sekolah Sains dan Matematika di Durham, perempuan berkebangsaan Amerika ini menjalani pendidikan di Universitas Negeri North Carolina.
Dia memperoleh gelar master untuk Insinyur Elektrik serta gelar S1 untuk Fisika. Koch lulus dari program akademi NASA di Sentral Penerbangan Antariksa Goddard (GSFC), dan menjadi teknisi elektrik untuk laboratorium GSFC.

Pekerjaan tersebut membuat dia berkontribusi menciptakan beberapa instrumen yang membantu penelitian kosmologi dan astrofisika.

Sebelum direkrut sebagai astronaut, Koch pernah menjalani program ekspedisi Antartika dari 2004 hingga 2007. Ia menjadi anggota Tim Pemadam serta Tim Penyelamat Lautan dan Gletser.

Dia kembali menjadi pengembang instrumen luar angkasa di laboratorium Universitas John Hopkins. Ia berkontribusi dalam merangkai instrumen untuk mempelajari partikel radiasi, seperti yang digunakan di misi Juno dan misi Val Allen oleh NASA.
Koch direkrut pada tahun yang sama dengan McClain dan mengikuti pelatihan yang sama. Sebagai anggota Ekspedisi 59/60, Christina baru datang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 2019 Maret.

Kegiatan spacewalk yang sebelumnya direncanakan akan dilakukan oleh kedua astronaut perempuan ini batal terjadi karena kurangnya ukuran pakaian yang disediakan oleh NASA di ISS.

Nick Hague akhirnya menggantikan peran McClain dan melakukan spacewalk bersama Koch pada 26 Maret lalu. Misi Koch dan Hague nantinya adalah mengganti baterai lithium-ion yang terdapat pada panel surya ISS.

Penggantian ini harus dilakukan agar stasiun tetap dapat beroperasi, walaupun tanpa cahaya matahari ketika ditutupi oleh Bumi. (age/age)