Remaja Kerap Pakai Internet untuk Hiburan dan Media Sosial

CNN Indonesia | Selasa, 02/04/2019 15:16 WIB
Remaja Kerap Pakai Internet untuk Hiburan dan Media Sosial Ilustrasi (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagian besar pelajar SMA mayoritas menggunakan teknologi digital untuk hiburan dan media sosial. Hal ini diakui oleh pelajar dari empat kota di Indonesia, Bandung, Pontianak, Surabaya, dan Denpasar.

Sebanyak 47 persen pelajar di Pontianak, Bandung 42,2 persen, dan Surabaya 32 persen menggunakan internet untuk hiburan. Penggunaan internet untuk bermedia sosial menempati posisi dua dari pelajar di tiga kota ini.

Sementara proporsi kedua kegiatan ini agak berbalik bagi remaja di Denpasar. Sebab, mereka lebih banyak menggunakan internet untuk bermain media sosial (33 persen) ketimbang hiburan (24,6 persen).


NO.KETERANGANKOTA
BANDUNGDENPASARPONTIANAKSURABAYA
1Tugas Sekolah14,4 %26,4 %6,2 %27,8 %
2Media Sosial33,4 %32,8 %32,2 %27,0 %
3Chatting10 %16,2 %14,6 %13,4 %
4Hiburan42,2 %24,6 %47 %31,5 %
5Lainnya0 %0 %0 %0,2 %
Tabel penggunaan internet pelajar SMA di 4 kota di Indonesia


Hal ini terungkap dari survey literasi digital fase pertama yang dilakukan oleh Siberkreasi pada September-November 2018. Kota-kota ini dipilih sebagai lokasi survey karena penetrasi internet atau teknologi digital dis ana di atas 70 persen. Tingkat penetrasi itu berdasarkan hasil penelitian Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017.

"Wilayah yang kita ambil adalah wilayah urban karena data APJII juga itu wilayah urban penetrasi internet atau teknologi digitalnya diatas 70 persen," terang Ketua Divisi Riset Siberkreasi Kemenkominfo Catur Nugroho, dalam konferensi pers di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (1/4).

Catur menyebut survey Siberkreasi ini mengumpulkan 2.000 responden dengan rentang usia 13-18 tahun, yang masih duduk di bangku SMA/sederajat.

Penelitian tahap pertama ini menggunakan kuesioner yang dilakukan di empat kota, Bandung, Denpasar, Pontianak, dan Surabaya. Sedangkan penelitian indeks literasi digital tahap kedua masih berlangsung yakni di Jakarta, Makassar dan Yogyakarta.

Catur menuturkan hambatan yang dihadapi oleh tim Siberkreasi Kemenkominfo saat melakukan penelitian fase pertama ke sejumlah sekolah di 4 kota tersebut ialah timnya acap kali dianggap membawa kepentingan karena tahun ini merupakan tahun politik.

"Jadi karena tahun politik, kita kan sebenernya engga ada kepentingan politik sama sekali. Jadi beberapa sekolah misalnya di Surabaya, kita harus ijin ke Dinas Pendidikan Provinsi dan di beberapa tempat kita hambatannya itu dalam riset ini. Kita kan terjun langsung," pungkasnya. (din/eks)