Keran pelaporan ini merupakan hasil kerja sama WhatsApp dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) jelang pesta demokrasi akbar 17 April mendatang.
Selain untuk membangun arsip data Mafindo terkait penyebaran misinformasi selama periode pemilu, laporan ini juga bisa membantu jurnalis untuk mempublikasikan berita-berita faktual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:5 Tips Jaga Keamanan Akun Twitter |
"Upaya kami mengurangi jumlah pesan yang dapat diteruskan hingga maksimal lima kali, yang ternyata dapat mengurangi 25 persen distribusi pesan terusan di WhatsApp," ungkap Harry.
Selain Mafindo, WhatsApp juga mengumumkan kemitraan dengan ICT Watch untuk mendukung edukasi terkait misinformasi. Edukasi yang dilakukan melalui program pelatihan Literasi Digital di 10 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta.
Upaya ini akan berkontribusi untuk menjaga keamanan selama pemilihan umum dengan memastikan bahwa misinformasi tidak akan terdistribusi
"WhatsApp membantu mereka mempelajari dan memberantas misinformasi. Kami mendorong para pengguna untuk berpartisipasi dalam menanggulangi hoaks, baik sebelum maupun sesudah pemilihan umum," tulis WhatsApp. (jnp/evn)