WhatsApp Buka Laporan Berita Hoaks Pemilu 2019 via Telepon

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 16:33 WIB
WhatsApp Buka Laporan Berita Hoaks Pemilu 2019 via Telepon Ilustrasi WhatsApp. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- WhatsApp membuka keran pelaporan berita hoaks atau misinformasi terkait Pemilu 2019 melalui saluran telepon. Pengguna bisa mengirimkan teks, foto, video atau audio yang dianggap sebagai misinformasi melalui nomor +62855-7467-6701.

Keran pelaporan ini merupakan hasil kerja sama WhatsApp dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) jelang pesta demokrasi akbar 17 April mendatang.

Selain untuk membangun arsip data Mafindo terkait penyebaran misinformasi selama periode pemilu, laporan ini juga bisa membantu jurnalis untuk mempublikasikan berita-berita faktual.


"Kami meminta seluruh pengguna WhatsApp untuk melaporkan hoaks ke nomor +62 855-7467-6701, sehingga kami dapat melakukan verifikasi dan menambahkannya ke arsip pendataan," ungkap Presidium Mafindo Harry Sufehmi dalam keterangan resmi.

WhatsApp mengatakan pesan-pesan ini akan dilindungi oleh enkripsi end-to-end sehingga tidak dapat terlihat oleh perusahaan sekali pun.

Layanan pesan singkat milik Facebook ini juga memamerkan pembatasan penerusan pesan ang diklaim bisa turut membatasi penerusan hoaks dan misinformasi.

"Upaya kami mengurangi jumlah pesan yang dapat diteruskan hingga maksimal lima kali, yang ternyata dapat mengurangi 25 persen distribusi pesan terusan di WhatsApp," ungkap Harry.

Selain Mafindo, WhatsApp juga mengumumkan kemitraan dengan ICT Watch untuk mendukung edukasi terkait misinformasi. Edukasi yang dilakukan melalui program pelatihan Literasi Digital di 10 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta.

WhatsApp mengatakan untuk melawan misinformasi yang viral memang membutuhkan kolaborasi antara perusahaan teknologi dan masyarakat. 

Upaya ini akan berkontribusi untuk menjaga keamanan selama pemilihan umum dengan memastikan bahwa misinformasi tidak akan terdistribusi

"WhatsApp membantu mereka mempelajari dan memberantas misinformasi. Kami mendorong para pengguna untuk berpartisipasi dalam menanggulangi hoaks, baik sebelum maupun sesudah pemilihan umum," tulis WhatsApp. (jnp/evn)