WhatsApp Akan Keluarkan Fitur untuk Bantu Kenali Hoaks

CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 09:54 WIB
WhatsApp Akan Keluarkan Fitur untuk Bantu Kenali Hoaks Ilustrasi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- WhatsApp dikabarkan sedang menyiapkan fitur yang bisa memberitahu pengguna berapa kali pesan itu sudah diteruskan (forward). Pengguna bisa mengakses informasi ini dengan mengecek informasi pesan (message info). Jika pesan sudah terlalu sering diteruskan, bisa jadi itu adalah indikasi pesan hoaks atau berita palsu.

Untuk mengetahui informasi pesan, pengguna cukup menekan satu pesan yang ingin dilihat. Lalu dari pilihan drop down menu yang muncul pilih Info. Nanti keterangan pada fitur ini akan meyertakan berapa kali pesan telah diteruskan. Jika sebuah pesan sudah lebih dari lima kali diteruskan, maka akan tertulis "telah diteruskan beberapa kali".

Selain itu, WhatsApp juga akan membuat tampilan pesan yang sudah terlalu sering diteruskan tampil dengan ikon diteruskan ganda. Saat ini, pengguna hanya melihat satu ikon ketika menerima pesan yang sudah diteruskan.


Fitur "Forwarding Info" ini tersedia di aplikasi berkirim pesan versi 2.19.80. WhatsApp memasukkan fitur bernama  yang ada di bagian Message Info. Fitur ini belum dirilis secara umum, namun kabarnya fitur ini diperkirakan akan tersedia dalam versi beta dalam beberapa waktu ke depan.

Melalui fitur ini, WhatsApp mengajak para penggunanya untuk memahami bahwa pesan yang sangat populer, yang terlalu sering diteruskan, patut dicurigai mengandung informasi yang belum tentu benar, seperti dilansir WABetaInfo, situs yang kerap memberi bocoran yang tepat soal fitur-fitur anyar WhatsApp.

Di Indonesia, WhatsApp sudah menerapkan untuk membatasi penerusan pesan hingga lima kali saja sejak Januari lalu. Keputusan ini berdasarkan hasil pembatasan penerusan pesan yang sudah dilakukan di India sejak pertengahan 2018.

Pembatasan penerusan pesan ini disebut WhatsApp bisa mengurangi 25 persen penyebaran informasi hoaks. Sementara secara global, WhatsApp membatasi penerusan pesan masih hingga 20 orang atau grup dalam sekali meneruskan pesan. (eks/eks)