Sampah Plastik Mi Instan Usia 19 Tahun Ditemukan di Pantai

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 08/04/2019 13:58 WIB
Sampah Plastik Mi Instan Usia 19 Tahun Ditemukan di Pantai Ilustrasi. (Anadolu Agency/Mahendra Moonstar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Foto kemasan plastik mi instan berusia 19 tahun viral di Twitter. Usia kemasan plastik ini teridentifikasi karena terdapat tulisan 'Dirgahayu 55 Tahun Indonesiaku'.

Foto viral ini diunggah oleh Fianisa Tiara Pradani lewan akun Twitternya @selfeeani. Sejauh ini cuitan telah dicuit ulang sebanyak 70 ribu kali dan disukai sebanyak 35,3 ribu kali.




Kepada CNNIndonesia.com, mahasiswi Program Studi Kelautan Universitas Brawijaya mengatakan menemukan sampah ini di Pantai Sendang Biru, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ia mengakui sering mengumpulkan sampah di pesisir laut ketika sedang senggang.
"Sebenarnya saya jarang unggah foto, tapi Indomie 19 tahun itu menarik. Saya juga awalnya tahu karena ada tulisan 'Dirgahayu 55 Tahun Indonesiaku'. Jadi saya tahu kalau ini umurnya 19 tahun," ujar Fianisa saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (8/4).

Fianisa mengatakan bungkus Indomie ini akan dikirimkan ke Aceh untuk kepentingan iklan layanan masyarakat.

"Mau dikirim ke Aceh untuk iklan layanan masyarakat agar muncul kesadaran masyarakat. Di Twitter, ada yang minta plastik ini supaya dikirimkan ke Aceh," kata Fianisa.

Selain bungkus mi instan, Fianisa juga menemukan berbagai macam sampah lain. Mulai dari botol plastik, bolpoin, sedotan, bungkus kemasan jajanan, hingga filter rokok. Ia mengaku merasa ironis sampah plastik bisa bertahan selama hampir 20 tahun.
Fianisa mengatakan usia bungkus Indomie tersebut lebih lama dibandingkan usianya sendiri. Ia mengatakan tak terbayang berapa banyak sampah di Bumi dan lamanya waktu yang dibutuhkan plastik agar terurai.

"Sedih dan ironis, terutama merasa tertampar karena penemuan bungkus tersebut menyadarkan kalau plastik memang bertahan lama di alam sedangkan saya dan orang lain di bumi ini menggunakan plastik di kegiatan sehari-harinya," ujar Fianisa.

Dihubungi terpisah, Manajer Program Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) Dithi Sofia mengatakan rata-rata sampah plastik baru bisa terurai dari puluhan tahun hingga ratusan tahun.
Dithi mengatakan bungkus mi instan juga sulit didaur ulang karena bahannya tipis dan merek dagang Indomie sudah tercetak pada bungkus.

"Rata-rata plastik itu perlu ratusan tahun untuk terurai. Bungkus ini sulit terurai dan juga sulit didaur ulang, karena bahannya tipis, sudah ada cetakan merek. Kalau kemasan bumbunya itu plastik berlapis (lebih tebal), yang lebih sulit terurai dan didaur ulang," kata Dithi. (jnp/age)