Ketahui Kriteria Agar Foto dan Video Tak Dihapus Instagram

CNN Indonesia | Selasa, 09/04/2019 12:15 WIB
Ketahui Kriteria Agar Foto dan Video Tak Dihapus Instagram Ilustrasi Instagram. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menghilangnya foto pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab oleh Instagram yang sempat diunggah pengguna sempat memicu kebingungan di kalangan pengguna.

Netizen yang pernah mengunggah foto Rizieq Shihab melaporkan kehilangan konten tersebut. Anto merupakan salah satu penggun Instagram yang mengunggah foto Rizieq saat kampanye akbar paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu (7/4) kemudian mengunggah melalui Instagram Story. Namun, tak lama konten tersebut dihapus oleh Instagram karena dianggap menyalahi aturan komunitas.

Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, perhatikan beberapa kriteria yang menurut Instagram menyalahi aturan komunitas:


Hanya berbagi foto dan video milik sendiri atau ada izin hak cipta

Dalam blog resminya, Instagram mengingatkan pengguna tidak mengunggah konten yang diperoleh dari internet tanpa izin dari pemilik asli konten tersebut. Hal ini berkaitan dengan hak cipta konten foto dan video yang diunggah.

Tidak mengunggah foto dan video 'syur'

Instagram melarang keras pengguna untuk mengunggah foto dan video syur yang bersifat artistik. Konten syur yang dimaksud yakni menunjukkan hubungan seksual, alat kelamin, dan lainnya.

"Demi alasan keselamatan, tidak menutup kemungkinan kami mungkin menghapus gambar yang menunjukkan ketelanjangan atau sebagian ketelanjangan anak. Meskipun konten ini dibagikan dengan niat baik, konten ini dapat digunakan orang lain dengan cara yang tidak terduga," tulis Instagram.

Ada interaksi yang bermanfaat

Instagram mengimbau pengguna untuk tidak menyebarkan spam dengan tidak mengumpulkan likes, following atau share, mengirim komentar atau konten secara berulang hingga menghubungi orang berulang kali untuk tujuan komersial tanpa persetujuan mereka.

Patuhi aturan

Instagram tidak mentoleransi pengguna yang menawarkan layanan seksual, jual-beli senjata api, obat-obatan terlarang, dan berbagi konten seksuap yang melibatkan anak di bawah umur. Sementara untuk akun yang mempromosikan judi atau lotre online harus lebih dulu mengantongi persetujuan tertulis dari anak perusahaan Facebook tersebut.

Menghormati pengguna lain

Pengguna dilarang mengunggah konten berisi kekerasan dan aksi menyeran seseorang berdasarkan ras, etnis, jenis kelamin, orietnasi seksual, agama, dan disabilitas. Kendati demikian, Instagram masih memperbolehkan ungkapan kebencian yang menentang diskriminasi atau membangkitkan kesadaran anti-diskriminasi.

"Ancaman serius yang membahayakan keselamatan publik dan pribadi tidak diizinkan seperti ancaman pencurian dan vandalisme. Kami meninjau laporan ancaman dengan saksama dan mempertimbangkan banyak hal ketika menentukan kepastian ancaman tersebut," tulis Instagram.

Dilarang mendukung tindakan melukai diri sendiri

Instagram akan secara otomatis menghapus hingga menonaktifkan akun jika ada pengguna yang mendukung seseorang melukai diri sendiri dan menjadikan mereka sebagai obyek 'lelucon'.

Berhati-hati saat berbagi konten yang 'berlebihan'

Pengguna dihimbau untuk berhati-hati ketika mengunggah konten 'berlebihan' yang bertujuan untuk menentang dan membangkitkan kesadaran, Instagram pun mengimbau pengguna untuk memberi keterangan foto dan ideo terkait unggahan yang dianggap 'berlebihan'.

"Kami memahami bahwa orang sering membagikan jenis konten ini untuk menentang, membagikan kesadaran, atau mengedukasi. Jika Anda berbagi konten demi alasan ini, kami menyarakan Anda memberi keteragan foto dengan peringatan tentang kekerasan berlebihan. Kami tidak pernah mengizinkan berbagi gambar berlebihan demi kepuasan sadistis atau untuk memuja kekerasan," terang Instagram. (din/evn)