Hal itu disebabkan oleh pergerakan laut yang cukup tinggi sehingga menyulitkan kru Falcon Heavy untuk mengamankan penguat ke dek droneship di Samudera Atlantik.
"Sepanjang ahir pekan karena kondisi laut yang sulit, tim pemulihan SpaceX tidak dapat mengamankan pendorong di inti pusat [roket Falcon Heavy] untuk melakukan perjalanan kembali ke Port Canaveral," kata Juru Bicara SpaceX, James Gleeson dikutip Space News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, tidak bisa digunakan karena inti pusat terhubung dengan dua sisi booster, namun ia memiliki desain yang berbeda dari penguat Falcon 9 maka Octagrabber tidak dapat digunakan.
Misi peluncuran roket komersial ini membawa satelit milik Arabsat. Peluncuran ini dilakukan setelah setahun silam Elon Musk mengirim mobil otonom Tesla untuk di uji coba.
Sepanjang 2018, SpaceX telah melakukan 21 kali misi peluncuran. Roket Falcon Heavy pertama kali diluncurkan pada Februari 2018 dengan memboyong Starman yang duduk di balik kemudi Tesla (din/age)