Sempat Gagal, SpaceX Tunda Uji Mesin Kapsul Crew Dragon

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 10:12 WIB
Sempat Gagal, SpaceX Tunda Uji Mesin Kapsul Crew Dragon Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Thom Baur)
Jakarta, CNN Indonesia -- SpaceX harus menunda uji coba kapsul ruang angkasa Crew Dragon setelah muncul gumpalan asap oranye saat djajal di Cape Canaveral, Florida.

Juru bicara SpaceX menegaskan tidak ada korban cedera akibat insiden tersebut.

"SpaceX melakukan serangkaian uji mesin pada Crew Dragon di tempat uji coba kami di Landing Zone 1 di Cape Canaveral, Florida," kata juru bicara SpaceX seperti dilaporkan AFP.


Tim SpaceX memastikan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kegagalannya.

"Tes awal selesai dengan sukses namun pada tes akhir terdapat masalah di tempat uji coba. Kami mencoba untuk memastikan bahwa sistem kami memenuhi standar kesalamatan yang ketat dan mendeteksi masalah seperti ini sebelum penerbangan merupakan alasan utama mengapa kami menguji Crew Dragon," tulisnya.

Administrator NASA Jim Bridenstine pun mengkonfirmasi insiden itu melalui cuitan di akun Twitter pribadinya. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengetahui hasil uji coba kapsul SpaceX Crew Dragon, menanggapi hal itu NASA akan memastikan misi komersial yang direncanakan dengan SpaceX akan terus berlanjut.



Uji coba mesin ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan Crew Dragon saat mengangkut astronaut dan kemungkinan adanya kesalahan selama mengorbit. Selama proses pengujian, delapan mesin SuperDraco yang tertanam di dalam kapsul akan menyala yang dapat menunjukkan bahwa kapsul ruang angkasa ini dapat menarik diri menjauh dari roket.

Selain dirancang untuk menjaga kru astronaut, mesin SuperDraco ini juga digunakan jika terjadi keadaan darurat selama penerbangan berlangsung. SpaceX sendiri telah menguji keberhasilan fungsi mesin SuperDraco pada peluncuran 2015 silam.

Sebelumnya, kapsul tanpa awak SpaceX, Crew Dragon berhasil mendarat di bumi pada 9 Maret lalu setelah dilakukan pada 2 Maret. Kapsul ini diluncurkan di landasan NASA di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, AS.

Kapsul ini harus membuktikan bahwa sistem parasutnya dapat bertahan dari penjarahan melalui atmosfer Bumi dalam keadaan utuh, sekaligus menjaga kargo di dalamnya tetap aman.

Selain SpaceX, NASA juga mempercayakan proyek antariksanya kepada Boeing untuk membuat kapsul dan roket untuk misi ruang angkasa. Keduanya mengantongi dana US$6,8 miliar untuk menjalankan misi tersebut.

[Gambas:Video CNN] (din/evn)