Laporan dari Makassar

Indosat Belum Mau Matikan Jaringan 2G

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 16:16 WIB
Indosat Belum Mau Matikan Jaringan 2G Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Makassar, CNN Indonesia -- Operator seluler Indosat Ooredoo belum memutuskan untuk mematikan jaringan 2G. Anak perusahaan Ooredoo ini beralasan lebih dari 20 persen pelanggannya masih memanfaatkan jaringan 2G.

"Kita harus melihat kebutuhan pelanggan, kebetulan di Indonesia ini masih banyak pelanggan-pelanggan yang pakai handset jadul [jaman dahulu]. Jadi yang 2G itu masih di atas 20 persen," ungkap head of network planning and optimisation Indosat Ooredoo Kustanto kepada awak media di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (25/4).

Kendati demikian, Kustanto mengakui jika pelanggan yang menggunakan jaringan 2G jumlahnya terus menurun. Ia pun tak menampik jika seiring berjalannya waktu jaringan 2G akan dimatikan.


"Ini tambah turun [jaringan data 2G], sampai suatu waktu pengguna nya sedikit ya kita mohon maaf mungkin 2G di saat itu lah sudah harus kita matikan," imbuhnya.

Namun di sisi lain, Kustanto mengungkapkan jika kedepan pengguna 2G bertambah maka pihaknya akan terus melakukan pembangun infrastruktur.

Ia beralasan jika permintaan pengguna 2G signifikan, maka Indosat akan tetap membangun infrastruktur pendukung mengingat tren di setiap daerah berbeda-beda.

Sikap Indosat berbanding terbalik dengan pesaingnya, XL Axiata. Anak perusahaan Axiata Group Bhd ini justru berencana mematikan jaringan 2G lantaran penggunanya kini hanya 10 persen dari keseluruhan pengguna. Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya mengatakan pihaknya mulai mematikan jaringan 2G sejak 2018.

"Penutupannya (jaringan 2G) sudah sejak 2018 per cluster, di 2018 kita melakukan akselerasi depresiasi untuk 2G dan itu adalah dengan melakukan shut down jaringan 2G," kata Yessie di Jakarta, Kamis (5/4).

Lebih lanjut Yessie memperkirakan jaringan 2G akan dimatikan total dalam kurun dua hingga tiga tahun kedepan. Setelah dimatikan, Yessie mengungkapkan jaringan 2G akan dimodernisasi ke jaringan 4G.

"Jadi saat kami mematikan 2G, yang menjadi keuntungan bagi kami adalah frekuensi jadi terbukan dilakukan refarming. Kami refarming 2G untuk jaringan LTE untuk meningkatkan bandwith 4G," pungkasnya. (din/evn)