"Kita harus melihat kebutuhan pelanggan, kebetulan di Indonesia ini masih banyak pelanggan-pelanggan yang pakai handset jadul [jaman dahulu]. Jadi yang 2G itu masih di atas 20 persen," ungkap head of network planning and optimisation Indosat Ooredoo Kustanto kepada awak media di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (25/4).
Kendati demikian, Kustanto mengakui jika pelanggan yang menggunakan jaringan 2G jumlahnya terus menurun. Ia pun tak menampik jika seiring berjalannya waktu jaringan 2G akan dimatikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sikap Indosat berbanding terbalik dengan pesaingnya, XL Axiata. Anak perusahaan Axiata Group Bhd ini justru berencana mematikan jaringan 2G lantaran penggunanya kini hanya 10 persen dari keseluruhan pengguna. Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya mengatakan pihaknya mulai mematikan jaringan 2G sejak 2018.
Lihat juga:XL Axiata akan Matikan Jaringan 2G |
Lebih lanjut Yessie memperkirakan jaringan 2G akan dimatikan total dalam kurun dua hingga tiga tahun kedepan. Setelah dimatikan, Yessie mengungkapkan jaringan 2G akan dimodernisasi ke jaringan 4G.
"Jadi saat kami mematikan 2G, yang menjadi keuntungan bagi kami adalah frekuensi jadi terbukan dilakukan refarming. Kami refarming 2G untuk jaringan LTE untuk meningkatkan bandwith 4G," pungkasnya. (din/evn)