Hal itu pun dikonfirmasi oleh akun Twitter resmi SpaceX yang mengatakan bahwa uji penembakan kapsul Falcon 9 telah selesai, maka dari itu SpaceX peluncuran Crew Dragon pada 1 Mei.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misi kargo Dragon milik SpaceX ini akan menjadi penerbangan kapsul ke-17 yang dilakukan SpaceX untuk NASA. Crew Dragon akan membawa percobaan perangkat keras dan peralatan lainnya untuk para astronaut yang tergabung pada Ekspedisi 59 di ISS.
Namun, perusahaan transportasi luar angkasa AS milik Elon Musk ini memastikan bahwa tidak ada korban cedera akibat insiden tersebut. Administrator NASA Jim Bridenstine pun mengungkapkan pihaknya telah mengetahui hasil uji coba kapsul SpaceX Crew Dragon.
Uji coba mesin yang sempat gagal itu dilakukan guna mengetahui kemampuan Crew Dragon saat mengangkut astronaut dan kemungkinan adanya kesalahan selama mengorbit.
Selain dirancang untuk menjaga kru astronaut, mesin SuperDraco ini juga digunakan jika terjadi keadaan darurat selama penerbangan berlangsung. SpaceX sendiri telah menguji keberhasllan fungsi mesin SuperDraco pada peluncuran 2015 silam.
Sebelumnya, kapsul tanpa awak SpaceX, Crew Dragon berhasil mendarat di bumi pada 9 Maret lalu setelah dilakukan pada 2 Maret. Kapsul ini diluncurkan di landasan NASA di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, AS.
Kapsul ini harus membuktikan bahwa sistem parasutnya dapat bertahan dari penjarahan melalui atmosfer Bumi dalam keadaan utuh, sekaligus menjaga kargo di dalamny tetap aman.
Selain SpaceX, NASA juga mempercayakan proyek antariksanya kepada Boeing untuk membuat kapsul dan roket untuk misi ruang angkasa. Keduanya mengantongi dana US$6,8 miliar untuk menjalankan misi tersebut. (din/age)