Komisi Uni Eropa Selidiki Seteru Spotify vs Apple

CNN Indonesia | Senin, 06/05/2019 20:59 WIB
Komisi Uni Eropa Selidiki Seteru Spotify vs Apple Spotify (CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisaris Uni Eropa dikabarkan akan melaksanakan penyelidikan anti-trust (ketidakpercayaan) terhadap tuduhan Spotify kepada Apple. Penyelidikan itu akan dimulai dalam beberapa minggu ke depan, seperti disebutkan sumber Financial Times.

Komisi Uni Eropa, salah satu badan pengawas yang bertanggung jawab untuk menjaga persaingan tetap adil dan tidak diskriminatif.

Sebelumnya, Spotify menuduh Apple telah berlaku tidak adil. Perusahaan itu dianggap melakukan praktek yang merugikan Spotify dan aplikasi layanan musik streaming lainnya dan memberikan kebijakan khusus untuk Apple Music.


Kedua perusahaan teknologi tersebut menolak mengomentari laporan tersebut. Namun, Apple sendiri telah menolak keberatan Spotify dengan alasan kalau hal itu dilatari oleh faktor finansial. Apple menganggap Spotify ingin mengambil manfaat dari infrastruktur App Store tanpa memberi kontribusi balik.

Apple juga menolak tuduhan kalau mereka melakukan kecurangan software yang menguntungkan Apple Music. Sebab, mereka saat ini tengah melakukan perbincangan dengan Spotify soal kerjasama integrasi di AirPlay dan Siri.

Selain itu, belum ada kepastian bahwa penyelidikan Komisi Uni Eropa ini akan mengarah pada apa yang diinginkan Spotify. Jika Spotify memenangkan perseturan tersebut, maka Apple akan dipaksa untuk mengandalkan pendapatan dari jualan musik, berita, dan video, seperti dilaporkan Engadget.

Lewat laman blog Spotify, pendiri Spotify Daniel EK mengeluhkan sejumlah aturan yang diterapkan Apple dalam beberapa tahun terakhir di App Store.

"Untuk menggambarkan apa yang saya maksud, sebagai contoh Apple mengharuskan Spotify dan layanan digital lainnya membayar pajak sebesar 30 persen untuk setiap pembelian yang dilakukan melalui sistem pembayaran Apple, termasuk memperbarui pelanggan gratis ke layanan premium kami," tulis EK.

Dengan pajak ini, menurut EK memaksa mereka untuk memberikan harga premium yang lebih mahal dari harga Apple Music. Ia juga mengeluh Apple secara tak langsung memaksa mereka menggunakan sistem pembayaran Apple. 

Jika tidak, pemilik aplikasi akan mengalami beberapa kesulitan, misal mengirim email kepada pelanggan. Ia juga menuduh Apple menghalang-halangi pengguna gratis yang ingin beralih jadi pengguna berbayar.

"Persaingan ini mendorong kami untuk berkembang dan meningkatkan pengalaman pelanggan dan pengembang. Izinkan saya menjelaskan bahwa ini bukan masalah Spotify versus Apple, kami hanya menginginkan aturan yang sama," pungkas EK. (din/eks)