Facebook Hapus 97 Akun Terkait Rusia Penyebar Hoaks

CNN Indonesia | Selasa, 07/05/2019 11:19 WIB
Facebook Hapus 97 Akun Terkait Rusia Penyebar Hoaks Ilustrasi Facebook. (Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook melaporkan pihaknya telah menghapus 97 akun, laman, dan grup di layanannya pada Senin (6/5). Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini mengatakan sebagian besar akun yang dihapus digunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan yang berasal dari Rusia.

Raksasa media sosial ini mengatakan akun, laman, dan grup tersebut menerapkan taktik serupa untuk menyesatkan orang lain dengan informasi hoaks yang mereka buat. Secara rinci ada 62 akun, 10 laman, dan 25 grup yang dihapus Facebook.

Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California, As ini mencatat ada 34 ribu akun yang mengikuti satu atau lebih laman dan sekitar 86 ribu akun yang bergabung minimal di satu grup yang dihapus oleh Facebook.


"Kami terus berupaya mendeteksi dan menghentikan aktivitas penyebaran informasi menyesarkan karena kami tidak ingin layanan ini digunakan untuk memanipulasi orang lain," jelas kepala kebijakan keamanan siber Facebook Nathaniel Gleicher dalam laman blog resmi.

Facebook menerangkan akun-akun yang dihapus dilihat berdasarkan perilaku, bukan konten yang diunggah. Akun, grup, dan laman tersebut diketahui menggunakan identitas palsu untuk membuat unggahan dan mengarahkan pengguna ke situs lain di luar Facebook.

Sejumlah unggahan yang dimaksud antara lain berita lokal dan politik seperti konflik militer di Ukraina Timur, politik Rusia, berita politik di Eropa, politik di Ukraina, dan perang saudara di Suriah.

Selain itu, Facebook juga melaporkan menghapus 21 akun instagram yang dianggap terkoordinasi dengan jaringan penyebar hoaks dari Rusia. Unggahan akun-akun ini terkait dengan kabar di Austria, Baltik, Jerman, Spanyol, Ukraina, dan Inggris.

Aksi 'bersih-bersih' Facebook berlanjut setelah sebelumnya melaporkan telah menghapus 2.632 halaman, grup, dan akun yang diduga memiliki keterkaitan dengan Iran, Rusia, Makedonia, dan Kosovo dengan dalih menyebar propaganda. (evn/evn)