Gojek Disebut Suntik Dana ke Transportasi 'Online' Afrika

CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 14:55 WIB
Gojek Disebut Suntik Dana ke Transportasi 'Online' Afrika Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gojek dikabarkan berinvestasi ke salah satu perusahaan transportasi online asal Uganda, SafeBoda. Investasi ini dilakukan bersama dengan anak perusahaan asuransi Allianz, Allianz X. Keduanya menaruh investasi dalam putaran pendanaan seri B.

Investasi ini dilakukan Gojek melalui badan usaha yang mengurus pendanaan ventura yakni Go-Ventures. Sebelumnya, Gojek telah menaruh investasi pada aplikasi Pathao asal Bangladesh dan dan diharapkan untuk muncul kembali dalam putaran pendanaan Seri B yang tengah berlangsung.

Allianz X merupakan salah satu investor Gojek. Tahun 2018 lalu, perusahaan asuransi itu mengumumkan telah menaruh investasi sebesar US$35 juta. Namun, belum ada angka pasti berapa Gojek menaruh investasi ke SafeBoda.


Diluncurkan pada bulan Juli 2018 lalu, SafeBoda yang bermarkas di Kampala ini menawarkan layanan transportasi mirip Gojek berdasarkan permintaan di Uganda dan Kenya. Selain itu, SafeBoda juga menawarkan berbagai layanan lainnya kepada konsumen.

Menurut The Guardian, SafeBoda telah mengumpulkan US$1 juta dari Shell Foundation, Globakl Innovation Fund, Development Innovation Ventures, dan perusahaan teknologi swasta pada 2016.

SafeBoda didirikan oleh seorang pengemudi taksi Uganda dan dua ekonom Eropa. SafeBoda harus bersaing dengan perusahaan layanan transportasi besar lainnya yang ada di Afrika seperti Boda Taxify, Savvy Riders, Juu Boda dan Uber Kenya.

Sebelumnya, SafeBoda telah menerima investasi dari Global Innovation Fund yang berkantor pusat di London, Inggris. Dikabarkan SafeBoda mendapatkan pendanaan sebesar US$1,1 juta.

Baru-baru ini Gojek melakukan investasi di dua perusahaan India, Rebel Foods dan Mobile Premiere League. Rebel Foods merupakan perusahaan yang bergerak di bidang dapur cloud (cloud kitchen), sementara Mobile Premiere League menyediakan layanan gim mobile.

Gojek kabarnya akan melakukan patungan dengan Rebel yang memberikan layanan teknologi kepada puluhan restoran online seperti Faasos dan Behrouz Biryani.

Selain itu, Rebel dan Gojek dikabarkan bakal membuat perusahaan patungan senilai US$8-10 juta untuk membawa konsep cloud kitchen milik Rebel ke Asia Tenggara.

Sedangkan Mobile Premiere League disuntik dana oleh Gojek pada putaran Seri A senilai US$30 juta. Selain Gojek, investor lain adalah Times Internet dan Sequola Capital India, seperti dilaporkan Deal Street Asia. Total pendanaan yang berhasil dikumpulkan dari tiga investor seri A ini senilai US$150 juta. MPL sendiri telah terdaftar di SIngapura dan pada pendanaan sebelumnya telah mengumpulkan investasi 35 juta rupee India atau sekitar Rp71,8 miliar.

Saat ini Gojek tengah mengumpulkan pendanaan seri F senilai US$1 miliar. Mitsubishi Corp., Provident Capital, Google, JD.com, dan Tencent Holdings Ltd. telah mengucurkan pendanaan mereka pada putaran ini. Astra Internasional juga dikabarkan mengucurkan US$100 juta akhir bulan Maret lalu. (din/eks)