Suara Netizen Terbelah #BubarkanOrmasRadikalFPI vs Dukung FPI

CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 14:33 WIB
Suara Netizen Terbelah #BubarkanOrmasRadikalFPI vs Dukung FPI Massa FPI berkumpul di Mabes Polri beberapa waktu lalu. Izin ormas FPI akan habis Juni dan upaya perpanjangan izin menuai polemik. (Foto: CNN Indonesia/Firmansyah Yedico Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lini masa Twitter diramaikan tagar dukungan dan permintaan agar Organisasi Masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan. Tagar #BubarkanOrmasRadikalFPI dan #KamiBersamaFPI masuk dalam daftar 10 topik yang paling dicuitkan netizen Indonesia.

Tagar #BubarkanOrmasFPI berisi kritik dan permintaan netizen untuk membubarkan ormas lantaran dianggap kerap bertindak anarkis.












Sebaliknya, massa pendukung FPI tak mau kalah dengan menggaungkan tagar #KamiBersamaFPI sebagai bentuk dukungan agar pemerintah tidak membubarkan ormas tersebut.











Izin organisasi kemasyarakatan FPI akan segera habis pada Juni mendatang. Merujuk Surat Keterangan Terdaftar (SKT) FPI berlaku selama lima tahun terhitung sejak 20 Juni 2014 hingga 20 Juni 2019.

Berakhirnya izin ini berbuntut petisi dari seseorang bernama Ira Bisyir di laman change.org. Dalam petisi yang ditujukan pada Kementerian Dalam Negeri itu, Ira mengajak warganet menolak perpanjangan izin FPI sebagai ormas. Hingga Rabu (8/5) petisi itu telah ditandatangani lebih dari 200 ribu orang. 

Tak mau kalah, petisi 'tandingan' muncul di laman change.org dengan nama 'Dukung FPI Terus Eksis'. Petisi yang digagas Imam Kamaludin itu telah mendapatkan lebih dari 50 ribu dukungan hingga Kamis (9/5) pagi.

[Gambas:Video CNN] (evn/evn)