Google I/O

Beli Aplikasi di Google Play Store Bisa Pakai Uang Tunai

eks, CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 14:28 WIB
Beli Aplikasi di Google Play Store Bisa Pakai Uang Tunai Ilustrasi (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google menyiapkan opsi agar pengguna Android bisa membayar aplikasi yang mereka beli di Google Play Store menggunakan uang tunai. Dengan fitur "transaksi tunda" (pending transaction) para pengguna bisa melakukan pembayaran di mini market terdekat.

Dengan pilihan pembayaran ini, pengguna akan diberikan kode untuk melakukan pembayaran dari aplikasi atau pembelian fitur dalam aplikasi. Kode ini yang nantinya diberikan kepada kasir mini market untuk melakukan pembayaran.

Transaksi akan selesai dalam waktu 10 menit. Pembeli akan menerima email bukti pembayaran dan notifikasi kalau pembayaran berhasil dilakukan. Namun, bukti pembayaran kertas mesti menunggu selama 48 jam. Jika ingin membatalkan pembelian, uang akan dikembalikan dalam bentuk kredit di Play Store.


Inisiatif cara pembayaran baru ini diluncurkan agar Android bisa mengejar iOS dalam hal pendapatan dari aplikasi berbayar. Sebab, saat ini pendapatan iOS jauh lebih besar ketimbang Android.

Pilihan transaksi tunda ini diharapkan bisa membuat penjualan aplikasi di Play Store meningkat, terutama di wilayah negara berkembang. Sebab, di kawasan ini adopsi kartu kredit dan bentuk pembayaran online lain masih kecil.

Kurangnya akses pembayaran ini diperkirakan menjadi alasan mengapa pengguna di negara berkembang bersikukuh dengan aplikasi gratis atau yang didukung iklan.

Sebelumnya, Google telah meluncurkan berbagai cara pembayaran alternatif untuk mendorong penjualan aplikasi berbayar di platformnya. Di Indonesia, Google menjual voucher Google Play Store di mini market.

Voucher yang dijual dengan nominal Rp150 ribu hingga Rp300 ribu. Pengguna tinggal mengisi kode voucer dan saldo akan terisi ke dompet Google pengguna. Mirip dengan cara mengisi voucher isi ulang.

Inisiatif lain adalah kemudahan pembayaran aplikasi dengan pulsa. Dalam setahun terakhir, Google telah bekerjasama dengan lebih dari 20 operator telekomunikasi. Sehingga opsi pembayaran dengan pulsa ini sudah tersedia di 170 negara di dunia. Tapi ternyata, pembayaran lewat pulsa masih belum berhasil mendorong pembelian aplikasi.

Sehingga, inisiatif pembayaran tunda ini ditujukan bagi pengguna yang benar-benar masih bergantung pada pembayaran dengan uang tunai.

"Kami tahu negara berkembang adalah wilayah kunci untuk tumbuh untuk Anda semua," terang Aurash Mahbod, Director of Engineering Play Store kepada para pengembang dalam konferensi Google I/O. "Itulah mengapa kami sangat bersemangat untuk mengumumkan transaksi tunda ini," jelasnya seperti dikutip TechCrunch.

Pembaruan pilihan pembayaran ini akan muncul pada pembaruan Google Play Billing Library bagi para pengembang. Saat ini opsi pembayaran tersebut baru bisa digunakan di Meksiko dan Jepang, seperti dilaporkan Engadget

Pembaruan lainnya adalah pilihan "Berlangganan dan Pasang" (Subscribe and Install). Pilihan ini memungkinkan pengguna mencoba gratis dalam suatu aplikasi berlangganan. Tentu aplikasi berlangganan ini hanya bisa digunakan untuk suatu waktu tertentu sebelum akhirnya ditagih bayaran. (eks/eks)