Boeing Siapkan Perbaikan Software Boeing 737 Max Pekan Depan

eks, CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 06:30 WIB
Boeing Siapkan Perbaikan Software Boeing 737 Max Pekan Depan Ilustrasi (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Boeing diperkirakan akan menyerahkan perbaikan software Boeing 737 Max pekan depan. Perbaikan software ini akan diserahkan ke regulator penerbangan Amerika Serikat untuk dievaluasi.

"Kami tidak akan membiarkan 737 Max diterbangkan di AS sampai (pesawat itu) benar-benar aman," jelas Daniel Elwell, pejabat administrasi sementara dari Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), Rabu (15/3).

Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut berapa lama evaluasi itu akan dilakukan. Sebelumnya, Boeing menjanjikan akan menyelesaikan perbaikan software April lalu.


Menurut salah satu dewan penasihat teknis FAA, organisasi itu akan melakukan evaluasi dengan pihak ketiga. Rekomendasi yang dikeluarkan oleh lembaga ini akan memengaruhi apakah pesawat itu akan kembali mengudara atau tidak, seperti dijelaskan Elwell dalam persidangan di Washington.

Elwell juga menjelaskan kalau Boeing juga sedang mengerjakan buletin layanan yang berisi panduan mengenai perbaikan yang mereka lakukan terhadap sistem kendali penerbangan.

Sebelumnya, terbongkar rekaman yang menyebut kalau pilot yang tergabung di asosiasi pilot protes kepada Boeing karena mereka tidak diberitahu perihal adanya sistem kendali penerbangan otomatis anti jatuh (anti-stall) yang terpasang di Boeing 737 Max.

Ketika Lion Air jatuh, Boeing sempat menyebut kalau mereka telah memberikan panduan soal sistem tersebut. Padahal kendala pada sistem inilah yang diduga menyebabkan jatuhnya pesawat Lion Air dan Ethiopian Air.

Namun, dalam temu dengar dengan legislatif di AS, FAA juga mengakui kalau Boeing mestinya memberikan informasi lebih detil mengenai kesalahan pada sistem otomatis itu pada buku manual pesawat.

Boeing juga tidak mengidentifikasi dan menggunakan poin-poin yang perlu diperhatikan pilot untuk mematikan sistem kendali otomatis yang secara anomali terus mendorong hidung pesawat ke bawah hingga menyebabkan pesawat jatuh, seperti disebutkan CNN.

FAA sendiri tengah kebakaran jenggot karena dianggap menyetujui sistem kendali yang disebut MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) itu. FAA juga dikritik karena terlalu memberi kebebasan terhadap Boeing.

Setelah dua kecelakaan yang terjadi dalam lima bulan terakhir, tekanan terhadap Boeing untuk memperbaiki sistem MCAS makin tinggi. Boeing pun berjanji untuk membuat sistem otomatis ini lebih mudah dikendalikan jika terdapat kesalahan deteksi.

FAA juga mendapat tekanan dari legislatif di AS terkait proses sertifikasi mereka sehingga memperbolehkan pesawat itu untuk terbang, seperti disebutkan Fortune. (eks/eks)