"Kami tidak akan membiarkan 737 Max diterbangkan di AS sampai (pesawat itu) benar-benar aman," jelas Daniel Elwell, pejabat administrasi sementara dari Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), Rabu (15/3).
Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut berapa lama evaluasi itu akan dilakukan. Sebelumnya, Boeing menjanjikan akan menyelesaikan perbaikan software April lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elwell juga menjelaskan kalau Boeing juga sedang mengerjakan buletin layanan yang berisi panduan mengenai perbaikan yang mereka lakukan terhadap sistem kendali penerbangan.
Namun, dalam temu dengar dengan legislatif di AS, FAA juga mengakui kalau Boeing mestinya memberikan informasi lebih detil mengenai kesalahan pada sistem otomatis itu pada buku manual pesawat.
Boeing juga tidak mengidentifikasi dan menggunakan poin-poin yang perlu diperhatikan pilot untuk mematikan sistem kendali otomatis yang secara anomali terus mendorong hidung pesawat ke bawah hingga menyebabkan pesawat jatuh, seperti disebutkan CNN.
Setelah dua kecelakaan yang terjadi dalam lima bulan terakhir, tekanan terhadap Boeing untuk memperbaiki sistem MCAS makin tinggi. Boeing pun berjanji untuk membuat sistem otomatis ini lebih mudah dikendalikan jika terdapat kesalahan deteksi.
FAA juga mendapat tekanan dari legislatif di AS terkait proses sertifikasi mereka sehingga memperbolehkan pesawat itu untuk terbang, seperti disebutkan Fortune. (eks/eks)