Salah satu alasannya ialah soal pasar potensial yang telah ditinjau ketika sebuah startup mulai mengembangkan produk.
"Mungkin teman-teman suka dengar unicorn dan decacorn, kenapa itu penting? Jadi ketika kita bebicara soal pasar potensial, sangat penting untuk melakukan analisa pasar," ungkap partner East Eventures, Melisa Irene kepada awak media di CoHive D.Lab, Jakarta, Kamis (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Waspada Beredar Berita Hoaks Hasil Editan |
Lebih lanjut ia mencontohkan startup seperti Tokopedia, Grab dan Traveloka mampu mencapai 10 persen pasar potensial berkat usaha dari para investor dan startup itu sendiri.
"Misalnya kita bicara Tokopedia, Grab, Traveloka semuanya sama aja. Banyak investor, mengerahkan energi untuk usahanya, termasuk tenaga dan pikiran. Jadi itu cukup besar dan pantas jika semua orang bekerja keras untuk itu," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
Menyoal cara menghitung valuasi startup usai mendapat pendanaan, Melissa mengatakan tidak ada cara pasti untuk hal itu.
Ia menegaskan East Venture melakukan tawar menawar antara investor dan startup untuk mencapai kesepakatan dari kedua belah pihak.
"Kayak beli biji salak di gunung, masih tawar-menawar. Mungkin ada beberapa angka-angka yang bisa dipakai untuk perbandingan tapi untuk benar-benar hitung, tidak pernah ada rumus pastinya. Terkadang startup propose, bisa kami yang tawarkan," pungkasnya.
Sementara metode penjumlahan faktor risiko diperoleh dari pertimbangan investor terhadap pengaturan komponen yang jauh lebih luas untuk menentukan jumlah uang sebelum diajukan ke startup.
Metode ini sebelumnya kurang bermanfaat sebagai strategi namun metode penjumlahan faktor risiko masih digunakan oleh investor guna memperkuat para pemodal ventura untuk mempertimbangkan sejumlah komponen. Komponen yang dimaksud yakni manajemen, tahapan bisnis, risiko legislasi atau politik, manufaktur, penjualan dan pemasaran, pendanaan, persaingan, teknologi, dan litigasi. (din/evn)