Bisnis Internet SpaceX 10 Kali Lebih Menguntungkan

CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 08:50 WIB
Bisnis Internet SpaceX 10 Kali Lebih Menguntungkan Ilustrasi (REUTERS/Thom Baur)
Jakarta, CNN Indonesia -- SpaceX akan meluncurkan 60 satelit internet milikya ke orbit rendah Bumi. CEO SpaceX Elon Musk menyebut proyek ini 10 kali lipat lebih menguntungkan dari bisnis peluncuran roket mereka.

Menurut Musk, bisnis internet mereka akan mendatangkan pendapatan US$30 miliar (Rp433,8 triliun) pertahun bagi SpaceX. Ini dihitung dari target SpaceX untuk menguasai tiga hingga lima persen pangsa pasar internet global di masa depan. Hal tersebut diutarakan Musk dalam konferensi telepon kepada wartawan, Rabu (15/3), ketika menjelaskan rencana SpaceX untuk mengincar pasar internet dunia di masa depan.

Uang ini akan digunakan untuk mendanai pengembangan roket dan pesawat luar angkasa masa depan. Ini dilakukan untuk mewujudkan mimpi bos perusahaan itu melakukan kolonisasi Mars.


Tapi, ambisi SpaceX meluncurkan satelit internet juga akan mendapat persaingan dari Amazon dan OneWeb. OneWeb saat ini masih perusahaan pemula (startup), sementara Amazon menggelar Proyek Kuipper untuk misinya itu.

SpaceX akan meluncurkan satelit-setelit internet itu hari ini pukul 10:30 waktu setempat atau pukul 09:30 WIB. Ini adalah peluncuran pertama dari ribuan satelit internet proyek Starlink yang akan meluncur kemudian. Satelit internet ini akan menyediakan akses internet ke seluruh belahan Bumi.



Satelit-satelit internet ini akan diluncurkan dari pusat peluncuran Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Peluncuran ini semestinya dilakukan Rabu (16/5), namun diundur hari ini akibat angin kencang.

Tiap satelit itu memiliki berat 227 kologram dan dibangun di Redmond, AS. Setelah meluncur, peluncuran tahap kedia akan berlangsung satu jam setelah peluncuran. Lalu, satelit-satelit ini akan menggunakan roket pendorong mereka untuk menempati pos masing-masing di orbit rendah dengan ketinggian 550 kilometer.

Lokasi ini sedikit lebih tinggi dari ketinggian Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Namun, masih berada di bawah rata-rata orbit satelit pada umumnya. Sebab, mereka menempati posisi orbit tertinggi pada 36.000 kilometer.

Orbit rendah memberi keuntungan karena bisa memberikan akses internet kecepatan tinggi dengan penundaan (lag) rendah. Namun, kekurangannya adalah perlunya menempatkan lebih banyak satelit di orbit untuk bisa mencakup area yang luas.

Selain itu, karena ada di orbit rendah, mereka akan lebih cepat jatuh ke Bumi. Satelit ini akan jatuh dalam beberapa tahun saja dan SpaceX akan menggantikan satelit-satelit itu secara berkala. (AFP/eks)